Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu dan Tempe di Sidoarjo Mulai Kelimpungan
Titis Jati Permata April 13, 2026 08:32 PM

 

SURYA.co.id, SIDOARJO - Sejumlah perajin tahu dan tempe di Sidoarjo mulai kelimpungan.

Kedelai yang merupakan bahan baku utama produksi mereka terus mengalami kenaikan harga.  

Sepeti yang diceritakan sejumlah perajin tahu tempe di kawasan Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Baca juga: Kenaikan Harga Kedelai, Produsen Tahu di Blitar Sebut Untung Makin Tipis

Di daerah yang menjadi salah satu sentra produk tahu tempe itu, mereka mengeluh karena tingginya harga kedelai benar-benar membebani biaya produksi harian.

Harga Kedelai Terus Merangkak Naik

Muhammad Fardani, agen kedelai di kawasan itu mengungkapkan bahwa harga kedelai mulai merangkak naik sejak menjelang Idul Fitri kemarin. 

Kemudian setelah lebaran ini, harganya naik lagi sekitar Rp200 per kilogram.

“Harga kedelai impor kualitas bagus, saat ini saya jual di harga Rp10.600 per kilogram. Sebelumnya di kisaran Rp10.400 hingga Rp10.500,” kata Fardani, Senin (13/4/2026). 

Perajin Putar Otak Agar Bisa Berproduksi

Kenaikan tersebut langsung memicu keluhan dari para pembeli yang sebagian besar merupakan perajin tahu dan tempe rumahan. 

Mereka mengaku harus memutar otak agar tetap bisa berproduksi di tengah biaya bahan baku yang terus meningkat.

Apalagi, selain harganya naik pasokan kedelai dari distributor sempat mengalami keterlambatan, bahkan hingga dua hari dari jadwal pengiriman rutin.

Hal ini semakin menambah kekhawatiran para perajin yang bergantung pada ketersediaan bahan baku.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Fardani menyediakan beberapa merek kedelai impor dengan variasi harga dan kualitas.

Langkah ini dilakukan agar pelanggan tetap bisa mendapatkan stok, meski harus beralih ke merek lain.

Berharap Persoalan Segera Teratasi

Para perajin tahu dan tempe berharap persoalan ini segera teratasi.

Karena mereka juga bingung, sulit untuk menakkkan harga jual.

Sementara jika memaksa dengan tingginya harga bahan baku, keruntuhan yang didapat semakin tipis. 

Mereka berharap harga kedelai tidak terus mengalami kenaikan agar para perajin tahu dan tempe tetap bisa bertahan

.Tidak sampai menalak harga atau mengurangi volume barang. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.