WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Sejumlah pedagang di Pasar Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, mengeluhkan penurunan daya beli setelah penutupan perlintasan kereta api sebidang beberapa waktu lalu.
Penutupan perlintasan tersebut dilakukan karena kerap terjadi tawuran antar pemuda dari wilayah Palmeriam dan Kayu Manis.
Kedua wilayah ini hanya dipisahkan oleh jalur rel kereta api, sehingga sering menjadi titik konflik, terutama pada malam hari.
Selain itu, perlintasan sebidang di sekitar Pasar Palmeriam juga dinilai rawan kecelakaan karena sering terjadi insiden tertabrak kereta.
Salah satu pedagang sayur, Wati, mengatakan sejak penutupan akses tersebut, jumlah pembeli mengalami penurunan signifikan.
“Sangat berdampak buat pedagang, omset pasti turun. Biasanya pembeli dari Kayu Manis tinggal menyeberang ke Pasar Palmeriam,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, pengelola maupun pemerintah setempat perlu mencari solusi atas penutupan tersebut agar akses warga tetap terjaga.
“Kalau ditutup terus, pembeli pindah ke pasar lain. Kalau mau ke sini jadi jauh karena harus memutar mencari perlintasan lain,” tuturnya.
Wati mengaku omzetnya turun sekitar 30 hingga 40 persen sejak penutupan perlintasan di depan pasar.
Baca juga: Jalan Rasuna Said Macet Parah, Pramono Targetkan Penataan Kawasan Rampung Juni 2026
Ia berharap PT KAI dapat membuka kembali akses tersebut atau menyediakan fasilitas penyeberangan yang aman.
“Kalau tidak dibuka, minimal dibuatkan jembatan penyeberangan orang supaya warga tetap bisa belanja ke sini,” katanya.
Menanggapi hal itu, Camat Matraman, M Husnul Fauzi, menjelaskan bahwa di sekitar lokasi terdapat dua perlintasan kereta api, yakni di Pondok Jati dan Jalan Raya Pramuka.
“Di Pramuka saat ini sangat padat karena ada pembangunan. Begitu juga di Pondok Jati,” ujar Husnul.
Ia menambahkan, meski terdapat perlintasan alternatif, kondisi kemacetan di titik tersebut membuat masyarakat enggan melintas menuju pasar.
“Kadang simpul kemacetannya berkumpul di situ. Kami juga sudah mengusulkan rekayasa lalu lintas, tetapi masih terkendala jalur angkutan umum,” jelasnya.
Husnul berharap PT KAI dapat memberikan solusi agar akses masyarakat tidak terganggu dan aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan.
Ia juga mengungkapkan bahwa perlintasan Pondok Jati termasuk dalam daftar lintasan yang akan ditutup karena dianggap rawan kecelakaan.
“Kalau ditutup, bagaimana dengan masyarakat kami?” ujarnya.
Menurutnya, sebelumnya terdapat perlintasan alternatif di RW 07 Kelurahan Palmeriam, namun kini juga telah ditutup oleh PT KAI.
Warga dan pedagang pun telah menyampaikan surat kepada PT KAI agar akses tersebut dapat dibuka kembali.
“Pembeli dari Kayu Manis, Utan Kayu Selatan, dan Utan Kayu Utara biasanya ramai ke Pasar Palmeriam. Karena akses ditutup, mereka beralih ke Pasar Pondok Jati,” tandasnya. (m26)