BANJARMASINPOST.CO.ID- Beberapa bahan bangunan di tanah air harganya naik. Hal ini terimbas konflik geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi harga energi, serta kenaikan harga plastik.
Diakui pengembang perumahan di Banjarmasin, H Hasanuddin, Direktur PT ABSY, memang saat ini bahan bangunan dan material lainnya sudah mengalami kenaikan.
"Karena biaya produksi beberapa bahan bangunan bersangkutan dengan minyak dan ongkos angkutan saat ini mengalami kenaikan," katanya, Senin (13/4/2026).
Lanjut Hasanuddin, memang sangat dirasakan sekali dampaknya, tapi harga jual rumah subsidi sudah dipatok oleh pemerintah.
"Kalau rumah komersil tentunya harga jual pasti menyesuaikan dengan kenaikan ini, namun harga jual rumah subsidi tidak memungkinkan untuk dinaikan," jelasnya.
Baca juga: Aroma Tak Sedap Muncul dari Tumpukan Sampah di Veteran Banjarmasin, Pedagang: Sangat Mengganggu
Baca juga: Kronologi Bus Ditumpangi Bonek Meledak di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Korban Patah Kaki 3 Luka Bakar
Saat ini, kata Hasanuddin, fokus pada efisiensi cost (biaya) pembangunan dan tidak menutup kemungkinan bisa ada pengurangan karyawan.
"Harga jual rumah subsidi untuk wilayah Kalimantan tahun ini masih tetap sama dengan tahun lalu di harga Rp182 juta, harapan kami tentunya dengan kenaikan harga material dan bahan bangunan pemerintah pusat melalui kementrian PKP bisa menyesuikan harga jual rumah subisidi, idealnya mungkin 15-20 persen," tandasnya.
Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini, menyampaikan, kenaikan harga hanya terjadi di beberapa item bahan bangunan atau material.
Paling dikhawatirkan kemarin adalah harga BBM di dalam negeri naik, karena bisa berdampaknya sangat signifikan terhadap harga bahan bangunan.
"Tapi kan harga BBM tidak naik, jadi tidak terlalu terjadi lonjakan harga bahan bangunan yang akan menggangu proses pembangunan perumahan," terangnya.
Kendatipun harga bahan bangunan sudah ada yang naik, maka untuk rumah subsidi tidak bisa langsung naik karena untuk penetapan harga itu ada kajian-kajian.
Meski demikian Ahyat berharap harga rumah subsidi bisa naik tahun depan untuk penyesuaian harga bahan bangunan ke depan.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)