Format Piala Presiden 2026 Masih Digodok, Ketua Umum PSSI Dorong Peran Aktif Pemerintah Daerah
Hasiolan Eko P Gultom April 13, 2026 05:57 PM

Format Piala Presiden 2026 Masih Digodok, Ketua Umum PSSI Dorong Peran Aktif Pemerintah Daerah

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa rencana penyelenggaraan Piala Presiden edisi kedelapan masih dalam proses pematangan.

PSSI disebut masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga bulan ke depan untuk menentukan format terbaik turnamen pramusim tersebut.

“Piala Presiden kedelapan ini sedang kami godok. Nanti seperti apa, akan kami diskusikan karena masih ada waktu dua hingga tiga bulan ke depan,” ujar Erick Thohir di acara penutupan Piala Presiden 2025, SCTV Tower, Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Piala Presiden 2026 Tak Akan Diikuti Klub Super League: Khusus Klub-Klub Liga 3 dan 4

Erick mengatakan bahwa format turnamen masih terbuka untuk dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi sepakbola nasional maupun kalender kompetisi internasional.

Selain membahas format, Erick juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia.

Menurutnya, kemajuan sepak bola tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab federasi semata.

“Kami ingin semua gubernur, bupati, dan wali kota ikut berkontribusi supaya sepak bola terus bergelora. Ini bukan hanya tanggung jawab PSSI atau pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah,” jelasnya.

Terkait kemungkinan keikutsertaan tim luar negeri, pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu mengakui bahwa hal tersebut masih belum dapat dipastikan.

Pasalnya, kompleksitas jadwal sepakbola internasional menjadi salah satu pertimbangan utama.

“Belum tahu, karena tahun ini cukup kompleks. Ada agenda besar seperti Piala Dunia dan jadwal klub yang padat. Jadi ini juga menjadi pertimbangan,” ucap Erick..

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan dari PSSI terkait penyelenggaraan turnamen tersebut tahun ini.

"Terima kasih Pak Erick atas kepercayaannya. Dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada super tim. Semua pihak harus bekerja sama, mulai dari klub, pemain, media, sponsor, hingga pemerintah daerah,” ujar Maruarar.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman itu menegaskan bahwa ekosistem sepak bola yang solid menjadi kunci sukses penyelenggaraan Piala Presiden.

Ia juga mengingatkan bahwa turnamen tersebut telah berlangsung sebanyak tujuh edisi dan menjadi bagian penting dalam kalender sepak bola nasional.

“Ini sudah tujuh kali Piala Presiden digelar. Untuk edisi kedelapan, kami menunggu arahan dari Ketua Umum PSSI,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.