Viral Bayi Diajak Naik Gunung Orangtuanya hingga Diduga Alami Hipotermia, Sempat Diingatkan
Pipit Maulidya April 13, 2026 06:05 PM

 

SURYA.CO.ID - Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar seorang bayi berusia 1,5 tahun yang diduga mengalami hipotermia saat diajak mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Meski narasi yang viral menyebutkan kondisi bayi cukup kritis, fakta di lapangan mengungkap kronologi sebenarnya patut menjadi pelajaran bagi setiap orang tua.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 April 2026. Sepasang suami-istri asal Semarang diketahui mendatangi Basecamp Perantunan untuk mendaki dengan membawa buah hati mereka yang masih balita.

Pengelola basecamp, Wido, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah memberikan peringatan keras sejak awal.

Hal ini mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan sangat berisiko bagi anak kecil.

Meski sudah diingatkan, orang tua bayi tersebut tetap bersikeras melanjutkan pendakian dan menyatakan siap menanggung segala risiko.

Cekcok Orang Tua di Pos 4

Ketegangan mulai terjadi saat mereka tiba di Pos 4.

Di lokasi tersebut, terjadi perbedaan pendapat antara kedua orang tua yang cukup menyita perhatian.

Sang suami ingin terus melanjutkan perjalanan menuju puncak, sementara sang istri memilih untuk turun demi keselamatan anak mereka.

Di tengah situasi tersebut, sang bayi mulai rewel dan terus menangis akibat suhu dingin di ketinggian. Kondisi inilah yang memicu kekhawatiran terjadinya hipotermia.

Sebagai informasi, hipotermia adalah kondisi darurat medis ketika suhu tubuh turun di bawah 35°C, yang mengganggu fungsi jantung dan organ vital.

Jika tidak segera ditangani, hipotermia bisa berakibat fatal, termasuk henti jantung dan kematian.

Penanganan Tim SAR di Lapangan

Beruntung, anggota SAR yang berada di sekitar lokasi segera memberikan penanganan awal.

Mereka menenangkan bayi dan menyelimutinya dengan selimut darurat (emergency blanket) sebagai langkah antisipasi suhu dingin.

“Bayi tersebut ditenangkan dan diberi selimut darurat karena cuaca dingin, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” jelas Wido, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.com.

Setelah mendapatkan penanganan, bayi beserta kedua orang tuanya langsung diarahkan untuk turun kembali ke basecamp.

Klarifikasi Kondisi Bayi

Pihak pengelola memastikan bahwa setelah sampai di bawah, kondisi bayi dalam keadaan sehat tanpa mengalami gangguan kesehatan yang serius.

“Bayi dalam keadaan sehat dan baik-baik, semua sehat,” tegas Wido.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa aktivitas pendakian memiliki risiko tinggi, terutama bagi kelompok rentan.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa informasi yang viral di media sosial tidak selalu sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.