TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Penemuan jasad pria tanpa identitas di aliran Saluran Induk Mrican Kanan, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Anang Sularso (32), warga Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Identitas korban dipastikan setelah pihak keluarga bersama perangkat desa melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit usai menerima informasi dari kepolisian.
Kepala Dusun Bogem Utara, Aris Setyo Besuki, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi dari kepala desa terkait dugaan korban merupakan warganya.
"Saya ditelepon Pak Kades sekitar jam tiga sore, ada informasi dari kepolisian bahwa diduga warga kami menjadi korban di Jombang," katanya.
Saat melakukan pengecekan ke rumah korban, keluarga menyebut Anang sudah tidak pulang sejak Jumat (10/4/2026).
Baca juga: LIVE Indosiar GRATIS! LINK TV Online Live Streaming Timnas U17 vs Timor Leste di Piala AFF U17 2026
"Saat saya cek ke rumahnya, keluarga menyampaikan bahwa sejak hari Jumat korban sudah tidak pulang," jelasnya.
Keluarga kemudian mencocokkan ciri-ciri melalui foto dari kepolisian dan menemukan kemiripan.
"Setelah melihat beberapa foto, keluarga meyakini ada kemiripan dengan korban," imbuhnya.
Pada malam harinya, keluarga bersama perangkat desa mendatangi rumah sakit untuk memastikan identitas.
"Kakak dan adiknya meyakini bahwa itu adalah Anang Sularso berdasarkan ciri-ciri fisik yang masih dikenali," terang Aris.
Jenazah kemudian dibawa pulang ke Kediri dan dimakamkan pada dini hari.
"Sekitar pukul 02.30 WIB, proses pemakaman telah selesai dilakukan," tambahnya.
Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan dengan luka di bagian kepala yang diduga akibat benda tajam.
"Dari yang kami lihat, ada luka di bagian kepala seperti luka bacok. Untuk detailnya tentu dari pihak kepolisian," ungkapnya.
Selain itu, sejumlah barang milik korban seperti sepeda motor dan telepon genggam tidak ditemukan di lokasi.
"Motor dan HP tidak ada, biasanya dia bawa itu ke mana-mana," jelas kakak korban, Agus.
Agus mengaku heran dengan keberadaan adiknya di wilayah Jombang, mengingat selama ini korban bekerja di sekitar Kediri.
"Setahu kami dia kerja di bangunan di sekitar sini, tidak ada pekerjaan di Jombang, itu yang membuat kami juga heran," bebernya.
Ia juga menyebut adiknya merupakan pribadi tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
"Memang orangnya tertutup, aktivitasnya seperti warga biasa, tapi jarang cerita," katanya.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Kapolsek Gurah, Ardian Wahyudi, membenarkan bahwa korban merupakan warga Kediri. Namun, penanganan kasus sepenuhnya dilakukan oleh Polres Jombang.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan.
(tribunmataraman.com)