Kisah di Balik Viral Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Keegoisan Ayah Nyaris Celakai Anak
khairunnisa April 13, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terungkap kisah di balik viral seorang bayi usia 1,5 tahun mengalami hipotermia di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang pada Sabtu (11/4/2026).

Petugas penjaga pos di Gunung Ungaran menceritakan bagaimana orangtua sang bayi saat kejadian berlangsung.

Ternyata orangtua bayi tersebut sempat bertengkar sebelum bayinya dievakuasi Tim SAR.

Tak cuma itu, petugas juga mengungkap sikap egois ayah dari bayi tersebut yang ngotot sampai ke puncak gunung dalam waktu sehari.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, seorang pengelola basecamp Perantunan Gunung Ungaran bernama Wido menceritakan kisah bayi terkena hipotermia tersebut.

Awalnya pada Sabtu pagi, petugas kedatangan pasutri asal Semarang yang membawa serta bayi mereka untuk melakukan pendakian tektok alias naik turun gunung dalam waktu seharian.

Bayi yang berusia 1,5 tahun itu awalnya dilarang oleh petugas untuk ikut pendakian.

Petugas menjelaskan bahwa anak-anak terlalu berbahaya jika diajak naik gunung karena kondisi alam sedang tidak baik-baik saja.

"Kami memperingatkan soal risiko dan lain sebagainya. Karena cuaca (di Gunung Ungaran) memang lagi tidak bersahabat," pungkas Wido dikutip pada Senin (13/4/2026).

Tapi nyatanya peringatan dari petugas itu tak diindahkan orangtua sang bayi.

Mereka tetap ngotot membawa bayi mereka untuk naik Gunung Ungaran.

Orangtua bayi tersebut mengaku sanggup dan akan menjamin keselamatan anaknya.

Karena kengototan orangtua tersebut akhirnya petugas mengizinkan bayi berjenis kelamin perempuan itu untuk naik gunung.

Orangtua bayi cekcok

Mereka akhirnya ikut rombongan naik gunung ke puncak Ungaran.

Semula tidak ada masalah pendakian.

Namun di tengah perjalanan, ayah dan ibu si bayi terlibat cekcok.

Orangtua dari bayi tersebut mendadak bertengkar karena beda pendapat.

Sang ayah ngotot melanjutkan pendakian sampai ke puncak Gunung Ungaran.

Sementara sang ibu bersikeras membawa bayinya turun ke basecamp awal.

Di momen itulah sang bayi mulai menangis terus menerus.

Kata Wido kala itu cuaca di Pos 4 Pendakian Jalur Perantunan memang sedang dingin.

Di tengah perselisihan orangtua dari si bayi, datanglah anggota SAR yang memang sedang bersiaga di lokasi.

Bayi yang rewel itu akhirnya ditenangkan oleh Tim SAR.

Petugas penjaga menceritakan detik-detik bayi 1,5 tahun alami hipotermia di Gunung Ungaran, Semarang. Orangtuanya sempat cekcok sebelum evakuasi. (kolase Instagram)

Sigap dan gerak cepat, Tim SAR langsung memakaikan jaket darurat untuk si bayi agar tidak kedinginan.

"Karena memang saat itu cuaca dingin, lalu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, diberi blanket emergency," ujar Wido.

Terkait dengan kabar bayi tersebut terkena hipotermia parah, Wido membantahnya.

Alasan Tim SAR memakaikan jaket darurat ke bayi tersebut guna mencegah sang bayi terkena hipotermia parah dan kritis.

Setelah bayi tersebut tenang, ia pun dibawa kembali ke basecamp bersama orangtuanya.

Saat ini bayi yang sempat kedinginan itu dalam kondisi sehat.

"Bayi dalam keadaan sehat dan baik-baik, semua sehat," imbuh Wido.

Atas kejadian tersebut, Wido berpesan kepada seluruh calon pendaki agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sebelum memutuskan untuk naik gunung.

Terlebih para orangtua yang hendak membawa anaknya naik gunung.

Kata Wido, perlu kedewasaan dan persiapan matang untuk memutuskan apakah anak yang rentan dengan cuaca ekstrem bisa diajak mendaki atau tidak.

Sebab jika salah, anak atau sang bayi bisa celaka akibat keegoisan orangtua.

Baca juga: Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Ciri-ciri Pakai Baju Putih dan Celana Jins

Apa itu hipotermia?

Jadi pelajaran berharga, bayi dan anak-anak sebaiknya tidak diikutsertakan dalam aktivitas pendakian gunung.

Hal itu lantaran anak-anak rentan terkena hipotermia

Hipotermia merupakan kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35 derajat celsius. 

Situasi ini bisa menyebabkan jantung dan organ vital lainnya tidak berfungsi dengan baik. 

Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan henti jantung, gangguan pernapasan, bahkan kematian.

Khusus bayi, hipotermia dapat ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan terlihat kemerahan. 

Bayi yang mengalami hipotermia juga terlihat diam, lemas, dan tidak mau menyusu atau makan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.