Pramono Akui Laporan Viral Bikin Penanganan Lebih Cepat, Harus Ramai Dulu Baru Bergerak?
Satrio Sarwo Trengginas April 13, 2026 06:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui, laporan yang viral di media sosial justru membuat penanganan oleh Pemprov DKI menjadi lebih cepat.

Hal ini disampaikan Pramono menanggapi soal sorotan kali di belakang RSCM yang kondisinya memprihatinkan dan baru dibersihkan setelah ramai diperbincangkan publik.

Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait kondisi di lapangan yang perlu diviralkan terlebih dahulu agar segera ditindak pemerintah.

“Memang saya harus akui, semakin diviralkan menurut saya makin baik, sehingga kami segera menangani itu, karena tidak semua daerah itu bisa dijangkau,” ucapnya saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).

Akui Jangkauan Pengawasan Belum Menyeluruh

Pramono menjelaskan, luasan wilayah Jakarta menjadi salah satu kendala pengawasan di lapangan.

Sehingga tidak semua titik persoalan bisa langsung terpantau oleh pemerintah daerah.

Untuk itu, laporan warga yang viral di media sosial kerap menjadi pemicu percepatan respons.

“Yang pertama, dari segi luas cakupan, jangkauan memang cukup luas,” kata Gubernur Pramono.

Dengan kata lain, sorotan publik melalui media sosial dinilai membantu pemerintah menemukan titik-titik masalah yang luput dari pengawasan rutin.

Akui Bukan Pertama Kali Terjadi

Pramono mengakui, persoalan seperti tumpukan sampah, kawasan kumuh, hingga genangan kerap baru mendapat perhatian serius setelah ramai dibahas warganet.

Ia mencontohkan percepatan pengerukan di titik pertemuan Kali Ciliwung dengan Kali Krukut yang baru ditangani setelah menjadi sorotan.

“Beberapa hari yang lalu dilakukan pengerukan di pertemuan antara Ciliwung dan Krukut. Itu juga menjadi sumber banjir, karena air tidak bisa turun ke laut,” tuturnya.

Ia menyebut, pengerukan di titik tersebut telah disetujui dengan volume mencapai 178.000 meter kubik dan ditargetkan selesai dalam waktu cepat.

“Mudah-mudahan akan diselesaikan dalam satu tahun ini, dikeruk,” ujarnya.

Zebra Cross Pacman Perlu Viral Dulu

Sebelumnya, zebra cross setengah yang ada di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan juga sempat jadi sorotan warganet.

Pasalnya, marka jalan untuk penyeberangan jalan itu sudah hilang setengah sejak akhir 2025 silam.

Alhasil demi keselamatan pejalan kaki, sekelompok warga membuat zebra cross bergambar karakter gim pacman.

Setelah video itu viral, Dinas Bina Marga DKI Jakarta baru merespon dengan membuat beberapa zebra cross lainnya di sepanjang Jalan Soepomo, Tebet.

Berita terkait

  • Baca juga: Gubernur Pramono Akui Masalah Jakarta Sebaiknya Diviralkan: Sehingga Kita Segera Menangani
  • Baca juga: Gubernur Pramono Siapkan Kado Spesial HUT Jakarta, Jalan Rasuna Said Disulap Jadi Kelas Dunia
  • Baca juga: Pramono Anung Izinkan Parpol Beli Hak Nama Halte-Stasiun: Skema Transparan dan Murni Bisnis

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.