TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para lanjut usia (lansia), ibu hamil dan menyusui di Jawa Tengah telah mendapatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Desember 2025 lalu.
Mereka mendapatkan menu MBG selama lima hari dalam seminggu.
"Sudah berjalan MBG bagi lansia, ibu hamil, menyusui dan balita sejak Desember 2025," ucap Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jateng, AR Hanung Triyono di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (13/4/2026).
Hanung merinci, jumlah penerima MBG bagi ibu hamil nencapai 93.045 orang, ibu menyusui 204.305 orang dan balita 549.759 anak.
Baca juga: Kisah Mbah Djaiz Lansia di Blora Tak Bisa Tidur Nyenyak Dihantui Tanah Ambles
Baca juga: Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu
Untuk jumlah lansia, Hanung tidak merincikan jumlah penerima. Namun, merujuk data Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 100 ribu lansia di Jateng bakal menerima MBG pada tahun 2026.
"Ya jumlah itu di seluruh 35 Kabupaten/kota di Jateng," paparnya.
Ia menyebut, para lansia dan ibu hamil serta menyusun turut mendapatkan MBG karena untuk memenuhi kebutuhan protein dan gizi mereka. Terutama bagi ibu hamil harus memperoleh asupan gizi yang cukup.
"Asupan gizinya tentu beda dengan penerima MBG di sekolah," bebernya.
Penerima Manfaat Capai 9,3 juta Orang
Merujuk data BGN, Provinsi Jawa Tengah sejauh ini telah mendistribusikan MBG ke 96,98 persen dari total sasaran penerima manfaat hingga 27 Februari 2026.
Potensi penerima sasaran MBG di Jawa Tengah mencapai 9.639.459 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98 persen.
Jumlah penerima manfaat itu terdiri atas 8.464.875 siswa TK hingga SMA, 93.045 ibu hamil, 204.305 ibu menyusui, serta 549.759 balita.
Jawa Tengah memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri.
Seluruh 35 kabupaten/kota di Jateng juga telah memiliki SK Satgas MBG.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, program MBG adalah gerakan investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM sekaligus penguatan ekonomi daerah.
“Program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis membangun sumber daya manusia,” tambahnya. (Iwn)