Kisah Mbah Djaiz Lansia di Blora Tak Bisa Tidur Nyenyak Dihantui Tanah Ambles
rival al manaf April 13, 2026 06:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Rasa cemas terus menghantui Mbah Djaiz (75), warga RT 08 RW 03, Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. 

Setiap malam, Mbah Djaiz tak bisa tidur nyenyak, khawatir tanah rumahnya kembali ambles.

Kondisi rumah Mbah Djaiz kini memprihatinkan. 

Rumah bagian belakang tampak menggantung setelah tanah di bawahnya ambles akibat fenomena tanah gerak yang terjadi sekitar setengah bulan lalu.

Baca juga: Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu

Baca juga: Viral Tarif Parkir Fantastis Kota Lama Semarang, Ini Daftar Tarif Resmi, Murah!

Peristiwa tersebut baru diketahui Mbah Djaiz saat pagi hari. 

Mbah Djaiz mengaku tidak merasakan tanda-tanda saat tanah ambles terjadi pada malam sebelumnya.

"Taunya pas pagi, tiba-tiba tanahnya sudah ambles di rumah bagian belakang," katanya, saat ditemui, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, sebelum kejadian, kondisi rumah bagian belakang masih normal. Sebab sudah pernah diperbaiki.

"Dulu kan juga sudah longsor, tapi sudah diperbaiki. Lah ini yang paling parah rusaknya," jelasnya.

Kendati demikian, Mbah Djaiz masih memilih bertahan di rumah bersama istrinya dan belum ada rencana untuk mengungsi.

Meskipun begitu dirinya tetap merasa was-was jika ada longsor susulan.

Mbah Djaiz ketika malam hari tidur di rumah bagian depan.

"Was-was, apalagi kalau hujan. Takut ada longsor lagi," terangnya.

Mbah Djaiz mengatakan fenomena tanah gerak sudah terjadi sejak tahun 2024.

Djaiz menceritakan dulunya di belakang dan samping rumahnya ada rumah milik tetangga.

Namun, dampak terjadi longsor atau penurunan tanah, para tetangganya memilih untuk pindah.

Menurutnya penurunan tanah berlangsung secara pelan-pelan. 

Sampai saat ini tanah ambles di wilayah Ngetrep sudah mencapai sekitar 2,5 meter hingga 3 meter.

Awalnya, ada jalan desa yang dilewati kendaraan, sekarang kondisi jalan sudah ambles tidak bisa dilalui kendaraan.

Mbah Djaiz berharap agar segera ada penanganan fisik seperti perbaikan tanah atau talud penahan.

"Harapannya bisa segera dibenahi, supaya tidak ada longsor susulan," paparnya.(Iqs)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.