TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Panti Asuhan Tahfidz Yatim dan Dhuafa Ar-Rohimin di RT 21 Blok C Kelurahan Juata Permai, Tarakan Kalimantan Utara, hari ini Senin (13/4/2026) nyaris terbakar. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.35 WITA.
Dikatakan Kasi Pemadam Kebakaran Kantor PMK Tarakan, Irwan, sebuah rumah yang sehari-harinya digunakan untuk aktivitas di Panti Asuhan Tahfidz Yatim dan Dhuafa Ar-Rohimin berhasil diselamatkan.
Dimana, setelah menerima laporan, Sektor Utara PMK Tarakan dikerahkan untuk merapat ke lokasi lebih dahulu karena jaraknya dekat dibanding Sektor Barat PMK Tarakan dan Mako PMK Kampung Satu.
"Jadi Sektor Utara itu tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WITA. Kemudian menyusul back up Mako Kelurahan Kampung Satu," beber Irwan saat dikonfirmasi media.
Baca juga: Cepat Dipadamkan Petugas, Rumah Milik Lansia Respen Tubu Malinau Kaltara Nyaris Terbakar
Ada dua unit suplai truk 5 ton dan 1 unit fire dikerahkan. Kemudian tiba di lokasi personel langsung gelar selang. "Kemudian dilakukan blocking agar tidak terdampak ke sebelah kiri dan kanan rumah," beber Irwan.
Karena kondisinya sebelah kiri dan kanan TKP masih ada rumah dengan jarak berdekatan. "Terbakarnya hanya di bagian atas plafon saja tidak sampai habis satu bangunan," ujarnya.
Ia melanjutkan meski demikian tetap alami kerusakan karena bagian plafon terbakar. "Itu bangunan rumah plus dapurnya. Satu unit. Setiap hari jadi panti asuhan," bebernya.
Ditanya penyebabnya, pihaknya belum bisa memastikan. Karena personel tiba di sana, api sudah menyala dan beruntung dibantu warga.
"Penyebab nanti sama kepolisian masih tahap penyelidikan di Polsek Utara. Tadi juga sudah pasang police line," ujarnya.
Sehingga PMK Tarakan untuk penyebab menyerahkan sepenuhnya ke Polsek Utara untuk dilakukan penyelidikan.
Baca juga: Awal Api Muncul di Rumah yang Nyaris Terbakar dari Kasur, Penyebabnya Masih Diselidiki Kepolisian
"Yang jelas kami bisa memblok dan tidak terdampak ke kiri kanan dan ke belakangnya. Tidak ada hambatan," jelasnya.
Saat tiba di lokasi juga akses cukup lancar tak ada hambatan dialami Sektor Utara dan Mako Kampung Satu.
"Akses jalan sepi, penduduk tidak banyak mengganggu. Makanya kerjanya lebih cepat ditangani," tegasnya.
Untuk korban jiwa nihil meski dilaporkan ada pengurus panti mengalami benturan. "Mungkin mau evakuasi barang mungkin terbentur dengan kaca. Buru-buru dan sudah dibawa ke puskesmas. Lukanya di kaki dan lengannya kena pecahan kaca jendela," ujarnya.
Terakhir ia menyampaikan lagi di kondisi cuaca yang panas di Tarakan, PMK Tarakan mengimbau agar warga waspada dan memperhatikan penggunaan listrik dan elektronik. "Termasuk juga jangan asal bakar sampah Khawatirnya biasnya itu baranya terbang. Ada perdanya juga larangan bakar sampah. Jadi kami imbau jangan asal bakar sampah," jelasnya.
Kemudiab juga memperhatikan penggunaan peralatan dapur sebelum meninggalkan rumah cek apakah regulator sudah dicabut, kompor sudah mati atau belum. " Apabila lagi memasak jangan ditinggal. Penggunaan listrik, kipas angin jangan dibiarkan hidup 24 jam. Stop kontak jangan betumpuk, bergantianlah," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah