Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Tiga kecamatan di Bandar Lampung sering mengalami kekeringan dan sulit air bersih saat musim kemarau.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar siap membagikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung Anthoni Irawan mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih saat musim kemarau.
Ia menyebutkan, daerah yang tergolong rawan berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Kedamaian, dan Kecamatan Sukarame.
"Ketiga wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berkurangnya pasokan air bersih, terutama ketika kemarau berlangsung dalam durasi panjang," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Baca Juga Data BPBD, Seluruh Wilayah Bandar Lampung dan Metro Terancam Kekeringan Kategori Sedang
Anthoni menjelaskan, kondisi geografis serta keterbatasan sumber air menjadi faktor utama yang menyebabkan wilayah tersebut kerap terdampak kekeringan setiap tahunnya.
"Wilayah-wilayah ini memang menjadi perhatian kami karena saat kemarau panjang, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya.
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemarau ekstrem, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Damkarmat telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satu upaya utama yang akan dilakukan adalah pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.
Distribusi tersebut nantinya akan dilakukan secara terkoordinasi dengan aparatur setempat, seperti lurah dan camat, agar bantuan dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Ibu Wali Kota telah menginstruksikan agar kami siap mendistribusikan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan, tentu dengan koordinasi bersama pamong wilayah setempat," jelas Anthoni.
Selain itu, Damkarmat juga mengoptimalkan kesiapsiagaan seluruh pos pemadam kebakaran yang tersebar di Kota Bandar Lampung.
Tercatat, terdapat 17 pos damkar yang disiagakan selama 24 jam penuh guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau.
Menurut Anthoni, musim kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran lahan maupun permukiman akibat kondisi yang lebih kering dan mudah terbakar.
"Kami siagakan seluruh personel dan armada di 17 pos damkar selama 1x24 jam. Ini penting karena saat kemarau, potensi kebakaran juga meningkat," katanya.
Damkarmat juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan api, terutama di lingkungan permukiman padat maupun area yang dekat dengan lahan kering.
Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan sebagai langkah pencegahan dini.
Jika terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Damkarmat melalui nomor telepon 0721 252 741 atau WhatsApp di 0812 729 444.
Anthoni menegaskan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Dengan kesiapsiagaan yang maksimal, diharapkan risiko kekeringan dan kebakaran dapat diminimalisir.
"Peran masyarakat juga sangat penting, baik dalam melaporkan kejadian secara cepat maupun dalam menjaga lingkungan agar tetap aman selama musim kemarau," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )