DPRD Tinjau Instalasi PDAM Balikpapan di Gunung Sari dan Kampung Damai, Pendistribusian Air Disorot
Budi Susilo April 13, 2026 11:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Balikpapan meninjau Instalasi pengolahan Air (IPA) Gunung Sari dan Kampung Damai, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (13/4/2026).

Tinjauan ini sebagai tindak lanjut dari rapat dengar pendapat (RDP) serta inspeksi sebelumnya bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan atau PDAM Balikpapan terkait pelayanan air bersih.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengatakan peninjauan ini menyusul keluhan masyarakat, khususnya mengenai kualitas air yang dinilai keruh.

“Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat, terutama soal air yang berwarna kuning dan keruh. Karena itu kami turun langsung melihat proses pengolahan di IPA,” ujarnya.

Baca juga: PDAM Balikpapan Siapkan Penggiliran Air, Hadapi Kemarau Panjang dan Debit Air Waduk Manggar Menyusut

Dalam tinjauan tersebut, rombongan dewan memeriksa seluruh tahapan produksi. Mulai dari proses pengolahan air hingga hasil akhir.

Hasilnya, kualitas air yang diproduksi dinyatakan telah memenuhi standar. Bahkan mengacu pada standar Kementerian Kesehatan.

“Air yang dihasilkan juga jernih dan tidak berbau,” kata Fauzi.

Ia menjelaskan, penggunaan bahan kimia untuk tahap pengolahan seperti kaporit dan soda ash juga telah dilakukan sesuai ketentuan.

Sehingga, DPRD tidak menemukan ada indikasi masalah pada sisi produksi air bersih.

Baca juga: Waduk Manggar Menyusut, PDAM Balikpapan Minta Warga untuk Hemat Air Jelang Puncak Kemarau Agustus

Namun, DPRD justru menyoroti permasalahan yang dikeluhkan masyarakat justru terjadi pada tahap distribusi.

“Kemungkinan ada persoalan di jaringan distribusi, bisa karena pipa kotor, bocor, atau faktor lain di lapangan,” ucapnya.

Kantor PDAM Balikpapan di Jalan Ruhui Rahayu, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (1/2/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)
Kantor PDAM Balikpapan di Jalan Ruhui Rahayu, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (1/2/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Untuk itu, Komisi II DPRD Balikpapan meminta PTMB PDAM Balikpapan segera menyampaikan data terkait kondisi jaringan pipa, khususnya peremajaan pipa di enam kecamatan di Balikpapan.

Fauzi menilai, permintaa data ini penting agar penanganan tidak bersifat umum, melainkan tepat sasaran sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Pasalnya, persoalan kualitas air bisa berbeda di setiap wilayah. Hal itu terlihat dari kondisi di lapangan, di mana sebagian pelanggan menerima air jernih, sementara di lokasi lain masih keruh.

“Ini menunjukkan kemungkinan masalah ada di distribusi, bukan di produksinya,” pungkas Fauzi. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.