Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana Aula Sudirman di Makodam XXI Radin Inten, Senin (13/4/2026) siang terasa berbeda. Puluhan mahasiswa dan jurnalis duduk berhadapan langsung dengan Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Tak ada jarak yang kaku seperti biasanya. Pertemuan itu justru dipenuhi diskusi dan tanya jawab, seolah membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menyampaikan kegelisahan maupun pandangan mereka.
Kristomei mengatakan, forum tersebut sengaja dibuat agar suara mahasiswa dan insan pers bisa didengar secara langsung oleh jajaran TNI di Lampung.
Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, dialog terbuka dianggap penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan institusi.
Melalui pertemuan tersebut, ia berharap komunikasi yang terbangun dapat memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat di Lampung.
Baca juga: Pangdam Kristomei Bakal Sampaikan Tuntutan Mahasiswa Lampung soal Kasus Air Keras
Program bertajuk “Radin Inten Menyapa” ini merupakan kali kedua digelar oleh Kodam XXI Radin Inten. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang diskusi untuk menyerap aspirasi mahasiswa hingga jurnalis.
"Program Radin Inten Menyapa ini sengaja dibuat untuk mendengar masukan, informasi, hingga berdiskusi menyerap aspirasi," kata Kristomei usai memberi sambutan di Aula Sudirman Makodam XXI Radin Inten, Senin (13/4/2026).
Ia menilai komunikasi yang terbuka menjadi penting agar tidak muncul kesalahpahaman antara masyarakat dan institusi.
"Hubungan manusia sebagai makhluk sosial tentu ada perbedaan pendapat. Itu wajar, maka mari kita introspeksi diri," ujarnya.
Kristomei menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bentuk transparansi serta pertanggungjawaban Kodam XXI Radin Inten kepada masyarakat.
Diketahui, Kodam XXI Radin Inten baru berdiri pada 10 Agustus 2025. Karena itu, menurutnya, masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses membangun institusi tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa TNI berperan sebagai pelaksana undang-undang, bukan pembuat kebijakan.
"Kemarin mahasiswa Lampung menyampaikan aspirasinya di gedung DPRD Lampung. Para mahasiswa tahu aturan dalam berdemo, dan kami menghargai aspirasi tersebut," kata Kristomei.
Selain forum dialog, Kodam XXI Radin Inten juga membuka saluran pengaduan masyarakat melalui program Centurion 21.
Program ini bertujuan mendekatkan Babinsa dengan masyarakat di wilayah tugasnya, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan di tingkat desa.
"Kami juga membuka layanan Lapor Pangdam melalui WhatsApp di nomor 087855996860. Kami ingin transparansi kepada masyarakat agar setiap laporan bisa terhubung dan ditindaklanjuti," ujarnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)