TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menilai memanasnya tensi geopolitik global justru membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menarik investasi asing.
Hal tersebut disampaikan Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
"Tantangan meningkatnya geopolitik maupun geoekonomi akhir-akhir ini, tetapi justru kita melihat bahwa ini kesempatan selalu terbuka, karena Indonesia adalah negara yang diterima oleh semua negara karena sesuai dengan apa kebijakan foreign policy kita yang terbuka dan non-alignment," kata Rosan dalam rapat tersebut.
Rosan mengungkapkan, posisi tersebut membuat Indonesia diterima berbagai blok kekuatan dunia, mulai dari Amerika Serikat, negara-negara Barat, hingga China dan Rusia.
Baca juga: Rapat di DPR, Menteri Rosan Banggakan 1,8 Juta NIB Berkat Aturan Izin Otomatis
Dia juga menyinggung kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah berada di Rusia sebagai bagian dari diplomasi global Indonesia.
"Ini juga yang memberikan oportunitas juga kalau kami lihat dengan adanya tensi terutama di negara-negara Timur Tengah, ini justru para investor yang melalui negara-negara Timur Tengah ini berbicara juga secara intens kepada kami dan kami pun secara aktif juga bertemu dengan para potensial investor itu," kata dia.
"Mereka (investor) melihat Indonesia ini menjadi lebih menarik lagi karena salah satu kekuatan kita, kita selalu bisa menjaga pertama mereka sampaikan peace dan stabilitas," kata Rosan.
Menurutnya, stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi menjadi daya tarik utama Indonesia di tengah ketidakpastian global.
"Jadi kepentingan stabilitas itu menjadi hal-hal yang sangat penting dan itu yang dibuktikan oleh Indonesia bahwa kita bisa menjaga stabilitas itu menjadi hal yang prioritas," kata Rosan.
Baca juga: Arahan Prabowo ke Rosan dan Purbaya di Meja Bundar Hambalang: Setiap Perundingan Harus Perluas Pasar
Dia menambahkan, pertemuan langsung Presiden dengan pelaku usaha global juga memberikan kepercayaan besar terhadap Indonesia.
"Baik itu kita bertemu dalam kelompok besar maupun ketemu dalam one-on-one maupun bertemu dengan dua belas, karena setiap kita ke luar negeri, Bapak Presiden selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan dunia usahanya," tandas dia. (*)