TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Proyek pengadaan motor listrik senilai triliunan rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan pemandangan kontras di balik gerbang besi usang penuh grafiti di pinggir Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Di balik sunyinya fasad bangunan tersebut, tersimpan deretan fakta lapangan yang memberikan perspektif berbeda mengenai kesiapan fasilitas pendukungnya.
Gerbang biru setinggi dua meter yang sudah tidak simetris dan dipenuhi coretan grafiti bergaya bubble writing itu seolah menyembunyikan aktivitas besar di dalamnya.
Tepat di bawah logo Emmo pada gerbang utama, satu tangga perancah (scaffolding) masih berdiri tegak, menandakan adanya pekerjaan yang belum tuntas.
Tidak ada yang menyangka bangunan yang terkesan kosong dengan dua pohon besar menutupi fasadnya ini merupakan showroom utama merek Emmo Electric Mobility.
Guna memastikan aktivitas di dalamnya, tim liputan Tribunnews.com mencoba menunggu di lokasi tersebut selama empat jam pada Senin (13/4/2026).
Sambil sesekali berteriak dengan harapan ada seseorang yang keluar, bangunan beratap seng silver itu tetap bergeming tanpa jawaban.
Hanya dari lubang gerbang terlihat lapisan pintu kedua berwarna kuning-hitam yang masih terpasang steger besi konstruksi.
Penelusuran pada laman resmi Emmo, Senin (13/4/2026), mencantumkan showroom pertama mereka berada di kawasan Grogol ini.
Namun, pihak perusahaan memberi penjelasan statusnya masih coming soon dan belum melayani transaksi.
Selain itu, kontak perusahaan yang tercantum hanya berupa nomor telepon seluler, bukan nomor telepon kantor permanen (landline).
Baca juga: Mengintip Gudang Motor MBG Sentul: Tembok Baru Dicat hingga Pagar Digembok
Meski laman resmi perusahaan mencantumkannya sebagai showroom, hasil pantauan di lokasi menunjukkan bangunan ini justru lebih menyerupai gudang diler atau pusat distribusi logistik.
Hal ini diperkuat oleh keterangan Slamet (bukan nama sebenarnya), seorang petugas keamanan di sekitar lokasi, yang menyebut aktivitas di sana sudah berjalan sejak Februari 2026 namun belum melibatkan staf tetap.
"Belum beroperasi, masih pembangunan kalau saya lihat. Paling orang-orang itu saja, ibaratnya kayak orang 'comotan' gitu, belum ada karyawan resminya," ungkap Slamet.
Ia juga menambahkan bahwa sekitar 500 unit motor listrik telah dipindahkan ke gudang di Kawasan Sentul, Bogor, pada pekan lalu.
Usut punya usut, lahan seluas 2,6 hektar berbentuk letter L tersebut merupakan bekas gudang perusahaan air kemasan PT Mulia Multi Mandiri yang bangkrut.
Lahan ini kemudian beralih kepemilikan kepada PT Yasa Artha Trimanunggal melalui proses lelang.
Aspek legalitas lingkungan di tingkat akar rumput ternyata belum tuntas meski proyek ini berskala nasional.
PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan induk pemenang tender yang berlokasi di Jalan Indraloka II tak jauh dari lokasi, disebut baru memberikan izin secara lisan.
"Belum ada izin yang resmi. Mereka janji kalau misalnya mau ada peresmian baru mengundang pejabat lingkungan di sini," ujar Yanto, Ketua RW 03 Grogol Petamburan.
Senada, Ketua RT 06, Ita, menegaskan bahwa dirinya belum pernah menerima pengajuan izin penempatan wilayah secara formal hingga saat ini.
Sistem pengamanan di lokasi yang tampak tertutup tersebut juga memicu tanda tanya warga.
Warga sekitar melaporkan sering melihat pria mengenakan seragam loreng yang berlalu-lalang menggunakan sepeda motor di area bangunan tersebut.
"Kalau sekuriti saya enggak tahu ada apa enggak. Cuma pernah lihat pria berseragam loreng yang sering mondar-mandir, tapi tidak tahu sebagai apa," kata Gunawan (bukan nama sebenarnya), seorang warga setempat.
Keterangan ini diperkuat oleh Ridwan, pedagang ruko sekitar, yang mengaku sering melihat pria berbaju loreng keluar-masuk area gedung tersebut.
Baca juga: Sosok Yenna Yuniana, Bos Pemenang Tender Motor MBG yang Tak Dikenal Pak RT
Persoalan harga juga menjadi sorotan tajam. Dalam sistem pengadaan elektronik pemerintah (e-purchasing), harga motor Emmo tipe Trail JVX GT tercatat mencapai Rp49,95 juta per unit.
Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya mendapatkan harga Rp42 juta per unit untuk pengadaan ribuan armada tersebut.
Dadan menegaskan bahwa pengadaan 21.801 unit motor ini merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang transparan.
"Ini bukan program dadakan. Pengadaan motor listrik sudah direncanakan untuk menjangkau pelosok yang sulit diakses kendaraan roda empat agar distribusi gizi lancar," tegas Dadan di Jakarta.
Keberadaan fisik showroom motor MBG di Daan Mogot yang lebih menyerupai pusat distribusi ini menjadi gambaran dinamika antara percepatan program nasional dengan pemenuhan proses administrasi serta transparansi di tingkat wilayah. (Tim liputan khusus Tribunnews.com)