TRIBUNKALTARA.COM - Kemenangan comeback fantastis Inter Milan atas Como 1907, menyisakan 4 fakta menarik, termasuk Cesc Fabregas yang mendapat pelajaran berharga dari Cristian Chivu.
Penampilan luar biasa Como 1907 di Liga Italia Serie A, tak ada artinya di mata sang Capolista, Inter Milan.
Inter yang datang sebagai tim tamu, berhasil memberikan pelajaran berharga untuk tim besutan Cesc Fabregas, pada laga yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (13/4/2026).
Mulanya, tuan rumah lebih dulu bersorak sorai berkat keunggulan dua gol pembuka yang dicetak Alex Valle menit 36 dan Nico Paz menit 45.
Baca juga: Rating Pemain Como vs Inter Milan, Derita Nico Paz Panggung Dicuri Thuram dan Dumfries
Tetapi, Inter Milan yang dilatih Cristian Chivu benar-benar menunjukkan ambisi untuk meraih Scudetto.
Klub berjulukan Nerazzurri tersebut sanggup mengejar ketertinggalan lewat aksi Marcus Thuram dan Denzel Dumfries yang kompak mencetak brace ke gawang Jean Butez.
Sedangkan Como 1907 hanya menambah satu gol di babak kedua lewat titik putih Lucas Da Cunha, yang membuat laga berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan Nerazzurri.
Drama 7 gol yang tersaji pada pertandingan giornata 32 Liga Italia Serie A itu masih menyimpan sejumlah fakta menarik.
1. Cesc Fabregas Diberi Pelajaran
Fakta pertama, Cesc Fabregas mendapat pelajaran berharga dari Cristian Chivu.
Como memang menjalani performa yang sangat luar biasa musim 2025/2026 ini.
Pasukan Cesc Fabregas yang tiga musim lalu masih berkutat di Serie B, kini malah menjadi pesaing serius di zona Liga Champions.
Di bawah tangan dingin allenatore asal Spanyol itu, Como 1907 disulap menjadi penjegal tim besar Serie A. AC Milan, Juventus, AS Roma, Atalanta, dan Napoli selalu kesulitan menghadapi Como di lapangan. Tetapi di tangan Inter Milan, performa luar biasa Como 1907 belum lah cukup.
Pasalnya, Inter Milan menjadi satu-satunya tim yang selalu menang melawan Como 1907 di Serie A musim ini.
Bahkan tiap menghadapi Nerazzurri, gawang Como kebobolan 4 gol.
Pada pertemuan pertama di Meazza, Nico Paz dkk takluk 0-4. Kini, Como harus keok dalam drama 3-4.
Baca juga: Komentar Terbaru Chivu Inter Milan Permalukan Como, Armada Cesc Fabregas Bikin Repot
Angka-angka tersebut membuat Inter Milan menjadi tim yang paling menyakitkan bagi Como, lantaran 30 persen jumlah kebobolan Jean Butez (26 gol bersarang) berasal dari para pemain Nerazzurri.
Cesc Fabregas juga perlu memetik pelajaran berharga, lantaran untuk pertama kalinya dalam sejarah Como 1907, tumbang setelah sempat unggul 2 gol di kandang sendiri pada pertandingan Liga Italia.
Selain itu, kekalahan ini mencoreng tren positif 6 pertandingan beruntunyang dilalui Nico Paz dkk sebelumnya tanpa hasil minor.
Perlu diingat, kekalahan dari Inter Milan tak perlu disesali Cesc Fabregas, sebab ini bisa menjadi modal penting untuk kembali bersua Nerazzurri pada leg kedua semifinal Coppa Italia, 22 April mendatang.
2. Comeback Perdana Inter di Laga Away
Di kubu Inter Milan, kemenangan ini menegaskan mental juara dalam ambisi merebut Scudetto.
Bersama Cristian Chivu musim ini, Nerazzurri dikenal sulit menciptakan comeback, terutama di laga away.
Satu-satunya comeback didapat Inter Milan saat menang atas tim promosi Pisa setelah tertinggal dua gol lebih dulu.
Tetapi di laga away, ini adalah kali pertama Nerazzurri comeback fantastis mengejar margin 2 gol, dalam beberapa tahun belakangan.
Kali terakhir comeback seperti ini terjadi pada tahun 2013 saat Inter Milan mempermalukan Catania di Serie A.
Uniknya, pelatih Inter Milan sekarang, Cristian Chivu saat itu masih menjadi starter saat Nerazzurri tertinggal 0-2 melawan Catania, sebelum akhirnya membalikkan kedudukan menjadi 3-2 di akhir pertandingan.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga Cristian Chivu yang berhasil mengulangi momen comeback Inter Milan, kali ini sebagai pelatih.
3. Thuram Jawab Keraguan
Sosok yang mencuri perhatian dalam kemenangan comeback Inter Milan adalah Marcus Thuram.
Bomber asal Prancis itu telah mengemban tugas dengan sangat baik sebagai pemimpin di lini depan Nerazzurri pascacedera yang menimpa Lautaro Martinez.
Golnya ke gawang Como 1907 merupakan gol beruntun kedua musim ini yang dicetak Marcus Thuram di Liga Italia.
Sebelumnya, Marcus Thuram hanya mampu mencetak gol beruntun pada Januari lalu ke gawang Bologna dan Parma.
Kini Thuram mengulangi pencapaiannya dengan membobol gawang AS Roma dan Como.
Baca juga: Alarm Bahaya Inter Milan, Lautaro Martinez Cedera Lagi usai Comeback Fantastis, Scudetto Terancam
Menurut catatan Opta, dalam dua musim terakhir, Marcus Thuram menjadi pemain yang paling sering mencetak 2 gol atau lebih dalam satu pertandingan Serie A.
Thuram sudah enam kali mencetak brace atau lebih bersama Nerazzurri, yang terdiri dari lima kali dua gol dan satu kali hat-trick.
Sekarang koleksi gol penyerang 28 tahun itu bertambah menjadi 10 gol dari 25 penampilan di Liga Italia.
4. Butuh 3 Kemenangan untuk Pastikan Scudetto
Hasil ini membuat Inter Milan menjauh dari kejaran Napoli yang sebelumnya terjegal di markas Parma.
Nerazzurri unggul 9 poin dari Napoli di papan klasemen.
Sekarang, anak asuh Cristian Chivu hanya tinggal membutuhkan 3 kemenangan dari 6 pertandingan akhir musim untuk menyegel gelar Scudetto ke-21.
Inter masih harus menghadapi Cagliari, Torino, Parma, Lazio, Hellas Verona, dan Bologna di sisa laga.
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)