Diserang Puting Beliung, Ini Penampakan Rumah Warga di Desa Limbar HST yang Tertimpa Pohon Tumbang 
Edi Nugroho April 13, 2026 11:45 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ini foto pnampakan rumah warga di Desa Limbar HST Kalsel yang tertimpa pohon tumbang 

Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (13/4/2026) sore, mengakibatkan dua kejadian pohon tumbang di lokasi berbeda.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 17.27 WITA di Kelurahan Birayang. Pohon tumbang tersebut sempat menutup akses jalan menuju pasar dan area parkiran, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Tak berselang lama, kejadian serupa kembali terjadi sekitar pukul 17.26 WITA di Desa Limbar RT 01 RW 01. Pohon tumbang dilaporkan mengenai kanopi rumah milik warga atas nama H. Mahrani, dengan ukuran sekitar 6x4 meter dan mengalami kerusakan 100 persen. Dalam kejadian ini terdapat dua kepala keluarga dengan total empat jiwa terdampak.

Baca juga: Nasib Pekerja Asal Kotabaru Kalsel yang Kena PHK di Japura, Sampai Menginap di Rumah Warga

Baca juga: Shokaido Kalsel Borong 14 Medali di Kejurnas Bandarlampung, Ini Daftar Atletnya

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Damkar HST bersama unsur TNI, Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD HST, Fitriadi, menyampaikan bahwa kedua kejadian dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang terjadi secara bersamaan.

“Dua kejadian pohon tumbang ini terjadi hampir bersamaan akibat hujan dan angin kencang. Petugas kami bersama unsur terkait langsung melakukan evakuasi dan pembersihan di lokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini sebagian personel masih berada di lapangan untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta melakukan penanganan lanjutan di lokasi terdampak.

“Sebagian personel masih di lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, BPBD HST juga menerima informasi adanya kejadian tanah longsor di dua titik berbeda, yakni di Dusun Cabai dan Papagaran, Desa Patikalain. Namun, laporan tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh petugas.

“Untuk informasi tanah longsor di Desa Patikalain, saat ini masih kami lakukan verifikasi ke lapangan,” jelas Fitriadi.

Secara umum, kondisi terkini di dua lokasi pohon tumbang telah dinyatakan aman setelah proses pembersihan selesai 100 persen dan akses jalan kembali normal. 

BPBD HST pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Jika Terjadi Puting Beliung, Bagaimana Cara Menyelamatkan Diri?

Angin puting beliung merupakan salah satu fenomena alam yang kerap merugikan manusia karena daya merusaknya.

Angin yang membentuk pusaran memanjang dan bergerak tanpa arah itu bisa menghancurkan dan menerbangkan apa saja yang dilewatinya, termasuk pemukiman warga, pohon-pohon besar, juga kendaraan yang ada area terbuka.

Sebuah video menayangkan rekaman kejadian angin puting beliung menerjang Kota Bekasi, Jawa Barat, diunggah akun Instagram, @jktinfo, pada Jumat (23/10/2020).

Dalam video berdurasi 14 detik tersebut, terlihat ada sejumlah laki-laki yang berada di luar ruangan dan mencoba menahan gerobak mereka agar tidak terbang tersapu angin kencang.

Usaha mereka akhirnya sia-sia, karena angin menggulingkan gerobak dan menerbangkan benda yang ada di sekitarnya.

Beberapa orang ini pun akhirnya lari meninggalkan tempat tersebut, karena angin puting beliung bertiup kencang.

Dalam Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dijelaskan bencana puting beliung kerap terjadi di saat peralihan musim.

Puting beliung muncul sebagai bagian dari proses pertumbuhan awan hujan yang terbentuk akibat terjadinya pemanasan yang intensif.

Kedatangan puting beliung sulit diprediksi, karena merupakan fenomena atmosfer dengan skala lokal.

Lalu, untuk menyelamatkan diri dari amukan angin ini, apa yang harus kita lakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana?

Dari buku yang sama, disebutkan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Berikut penjelasannya:

Sebelum bencana

Mengingat puting beliung sulit diprediksi, maka ada baiknya mempersiapkan diri sejak awal dengan cara membangun rumah atau bangunan yang kokoh dan tahan terhadap terpaan angin dengan kekuatan cukup tinggi.

BNPB mengingatkan, penting juga untuk mempelajari tentang bencana ini dan memahami cara-cara penyelamatannya.

Terakhir, peka terhadap tanda-tanda alam yang bisa menunjukkan akan terjadi angin puting beliung, misalnya udara terasa panas dan langit terlihat mendung hingga sore hari.

Saat bencana

Saat bencana terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah membawa masuk barang-barang yang ada di luar ke dalam rumah agar tidak terbang tersapu angin.

Jika sudah, segera masuk ke dalam rumah, tutup dan kunci seluruh pintu dan jendela, lalu matikan semua aliran listrik untuk mencegah terjadinya korsleting yang bisa memicu kebakaran.

Kemudian, apabila terlihat ada potensi terjadi petir, segera jongkok dan bungkukkan badan ke lutut sembari kedua tangan mendekap lutut atau kaki, jangan bertiarap di atas tanah.

Bagi yang berada di luar rumah, BNPB menyarankan agar menghindari bangunan tinggi, tiang listrik, papan reklame, pohon. Sebab, semuanya bisa roboh ketika dihantam angin, dan bukan tempat berlindung yang baik.

Apabila sedang dalam perjalanan, sebisa mungkin berhenti dan mencari tempat berlindung yang aman.

Setelah bencana

Jika angin sudah reda dan bencana sudah berlalu, segera periksa keselamatan orang-orang terdekat.

Apabila ada dari orang sekitar yang ditemukan dalam kondisi terluka atau membutuhkan pertolongan, segera berikan bantuan darurat.

Selanjutnya, periksa segala sambungan baik listrik, gas, dan sebagainya, jika ada kerusakan segera lapor ke pihak yang berwenang.

Terakhir, jika sedang dalam perjalanan, Anda bisa kembali melanjutkannya.

 (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene/kompas.com). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.