Bukan Kain Biasa, Emergency Blanket Selamatkan Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran
raka f pujangga April 14, 2026 01:14 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggunaan emergency blanket atau selimut darurat menjadi kunci pencegahan kondisi fatal saat seorang bayi berusia 1,5 tahun terjebak cuaca dingin di Gunung Ungaran, Sabtu (11/4/2026).

Di tengah perdebatan orang tuanya yang nekat mendaki secara tektok, sang bayi mulai menangis rewel hingga memaksa anggota SAR segera memberikan pertolongan pertama menggunakan selimut khusus tersebut demi menghalau risiko hipotermia.

Seorang bayi berusia 1,5 tahun disebut mengalami hipotermia saat diajak orangtuanya mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Fakta Terungkap! Bayi yang Hipotermia di Gunung Ungaran Ternyata Ortunya Sudah Diperingatkan Petugas

Pengelola Basecamp (BC) Perantunan, Bandungan, Wido, menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (11/4/2026).  

Bayi itu dibawa oleh pasangan suami-istri asal Semarang yang melakukan pendakian tektok atau naik-turun dalam satu hari. 

Menurut Wido, sejak awal petugas basecamp sudah memberikan peringatan terkait risiko mendaki dengan anak kecil, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Kami memperingatkan soal risiko dan lain sebagainya, karena cuaca memang lagi tidak bersahabat," kata Wido, dikutip dari Kompas.com, Senin (13/4/2026).

BAYi DIBAWA MENDAKI - Petugas Basarnas Semarang saat mengevakuasi bayi berusia 1,5 tahun yang dibawa mendaki oleh orangtuanya di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Dok Basarnas Semarang
BAYi DIBAWA MENDAKI - Petugas Basarnas Semarang saat mengevakuasi bayi berusia 1,5 tahun yang dibawa mendaki oleh orangtuanya di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Dok Basarnas Semarang (IST)

Orangtua Bayi Nekat

Meski telah diingatkan, kedua orangtua bayi tetap melanjutkan pendakian setelah menyatakan siap menanggung risiko.

Saat tiba di Pos 4 jalur pendakian Perantunan, terjadi perbedaan pendapat antara keduanya.  

Sang suami ingin melanjutkan perjalanan ke puncak, sementara sang istri meminta untuk turun.

Di tengah kondisi tersebut, bayi mulai rewel dan menangis, sementara cuaca di lokasi terasa dingin. 

Di sekitar lokasi, terdapat anggota SAR yang kemudian membantu menenangkan bayi. 

"Kemudian bayi tersebut diajak anggota SAR dan ditenangkan. Karena memang saat itu cuaca dingin, lalu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, diberi blanket emergency," kata Wido.

Diberi Selimut

Wido menegaskan, pemberian selimut darurat tersebut merupakan langkah pencegahan.

Selain itu, bayi tidak dalam kondisi kritis maupun mengalami hipotermia seperti kabar yang beredar di media sosial. 

Baca juga: Kronologi Evakuasi Balita dari Gunung Ungaran, Rewel saat Orangtua Cekcok di Pos 4

Setelah itu, bayi bersama kedua orangtuanya langsung dibawa turun kembali ke basecamp dalam kondisi aman. 

"Setelah itu, langsung diajak turun dan kembali. Bayi dalam keadaan sehat dan baik-baik, semua sehat," ungkapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi para pendaki agar mempertimbangkan risiko secara matang, terutama saat membawa anak kecil di tengah kondisi cuaca ekstrem. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.