Pertina NTT Soroti Legalitas Perbati dalam Sidang di PN Jakarta Timur
Wahyu Septiana April 14, 2026 12:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti aspek legalitas organisasi Perbati dalam lanjutan sidang sengketa yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (13/4/2026).

Isu ini menjadi perhatian utama dalam persidangan yang memasuki agenda keempat.

Ketua Pertina NTT, Semuel Haning hadir bersama jajaran DPP Pertina usai sidang dan menyampaikan sejumlah perkembangan terkait proses hukum yang tengah berjalan.

Legalitas Organisasi Jadi Sorotan

Dalam persidangan, pihak Pertina NTT menilai belum adanya kejelasan terkait dasar hukum yang melegitimasi keberadaan Perbati.

Hal tersebut dinilai penting sebagai bagian dari pembuktian dalam sengketa organisasi yang sedang berlangsung.

"Hakim Ketua sudah memberikan kesempatan sejak awal agar persidangan lebih cepat, namun pihak Menpora tetap tidak bisa membuktikan legal standing Perbati secara sah," ujar Semuel Haning kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

"Padahal, KONI Pusat sudah mengeluarkan surat tegas bahwa hanya Pertina di bawah pimpinan Hillary Brigitta Lasut yang sah," tambahnya.

Proses Hukum Berlanjut

Pertina NTT menegaskan akan melanjutkan proses hukum yang saat ini tidak hanya terbatas pada gugatan perdata.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan sebagai bagian dari upaya mencari kejelasan hukum.

"Kami menduga adanya upaya memasukkan dokumen-dokumen yang tidak benar," ujar dia.

Menurutnya, ada tiga akta yang disoroti, di antaranya terkait 'Perkumpulan Sasana Besar Tinju Indonesia' dan 'Pengurus Besar Tinju'.

"Kami akan melaporkan ini dengan Pasal 391 KUHP jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023," tegasnya.

Selain itu, pihak Pertina NTT juga menyampaikan tengah mengumpulkan sejumlah data dan informasi tambahan untuk memperkuat langkah hukum ke depan.

Isu Atlet Ikut Disorot

Dalam kesempatan yang sama, Pertina NTT turut menyinggung persoalan yang menyangkut atlet, khususnya terkait proses pemanggilan ke pemusatan latihan nasional.

"Atlet NTT yang saya rekomendasikan dari Pertina, setibanya di Pelatnas, justru diberikan kartu Perbati."

"Ini persoalan serius dan akan kami tuntut semua! Ini sudah mengarah pada tindakan yang tidak benar terhadap masa depan atlet kita," cetusnya dengan nada tinggi.

Imbauan Tetap Fokus

Di tengah dinamika yang terjadi, Pertina NTT mengimbau seluruh atlet dan pelatih agar tetap fokus menjalani program latihan serta tidak terpengaruh polemik yang berkembang.

"Saya harapkan seluruh atlet dan pelatih tetap melaksanakan kegiatan. Tidak ada dua matahari dalam tinju amatir Indonesia. Hanya ada satu matahari, yaitu Ketua Umum kita, Hillary Brigitta Lasut," katanya.

"Kami minta Menpora dan KONI segera duduk bersama untuk mengklarifikasi ini berdasarkan fakta organisasi, bukan hanya memberikan komentar tanpa solusi," pungkasnya.

Berita Lainnya

Baca juga: Resmi! Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U23 & Youth 2026, PERTINA Targetkan Prestasi Baru

Baca juga: Era Baru Pertina di Usia 66 Tahun: Punya Sekjen Baru hingga Didukung Mitra Brand Internasional

Baca juga: Pertina Punya Nakhoda Baru, Hillary Lasut Nantikan Kolaborasi dengan Asian Boxing

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.