Gudang Bekas Kandang Puyuh di Berbah Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
Yoseph Hary W April 14, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebuah bangunan bekas kandang puyuh yang kini beralih fungsi menjadi gudang di Dusun Tanjungtirto, Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman ludes dilalap si jago merah, pada Senin (13/4/2026) sore. 

Insiden yang menghanguskan bangunan seluas 5 x 9 meter persegi ini ditaksir menyebabkan kerugian materiil hingga Rp20 juta. 

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro mengatakan, insiden kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, di kediaman milik seorang ibu rumah tangga berinisial NF (54).

Kronologi

Adapun kronologi kejadian bermula ketika pemilik rumah sedang menerima tamu petugas pendamping PKH untuk pendataan penerima bantuan iuran BPJS.

Di tengah pembicaraan, tiba-tiba mendengar suara letupan seperti orang memasak yang berasal dari gudang. Padahal gudang tersebut tidak digunakan untuk memasak. 

"Karena curiga kemudian pemilik rumah dan tamu mengecek ke arah sumber suara, ternyata ruangan gudang bekas kandang puyuh yang berada di bagian belakang rumah sudah terbakar," katanya. 

Api yang cepat merambat sempat menjalar hingga ke atap kamar tidur yang menempel pada bangunan gudang tersebut.

Empat unit damkar turun tangan

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran, tiga dari Kabupaten Sleman dan satu dari Bantul, dikerahkan ke lokasi.

Berkat aksi cepat petugas Damkar dibantu personel Polsek Berbah dan relawan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.45 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat kebakaran yang menimpa bangunan seluas 5x9 meter berisi 13 kandang puyuh lama, satu box pembesaran bibit, serta berbagai barang bekas pakai ini ditaksir mencapai hingga Rp 20 juta. 

Sumber api belum diketahui

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Mengingat, bangunan yang terbakar digunakan sebagai gudang untuk menyimpan barang bekas sehingga ketika ada barang yang terbakar akan mudah menyebar atau membakar barang-barang yang lain. 

"Sumber Api belum diketahui secara pasti karena pada saat dicek api sudah besar membakar tumpukan barang bekas," ujarnya. 

Atas insiden ini, Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah insiden serupa terjadi.

Caranya, rutin memeriksa instalasi listrik secara berkala. Menyimpan bahan yang mudah terbakar dengan aman, dan menyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tempat yang mudah terjangkau.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.