TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perlintasan kereta rel kawasan Kebon Pedes masih menjadi salah satu 'PR' yang harus diselesaikan di Kota Bogor.
Perlintasan kereta ini dikenal sebagai salah satu perlintasan kereta yang cukup rawan.
Perlintasan kereta sebidang ini juga cukup ramai dilintasi warga untuk menyeberangi jalur rel Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor - Jakarta ini.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (13/4/2026), perlintasan rel ramai dilintasi pengendara baik roda dua maupun roda empat.
Yaitu arus kendaraan dari arah Jalan Pemuda ke arah Jalan Kebon Pedes maupun arah sebaliknya.
Pengendara juga harus melintasi tanjakan jalan yang agak curam untuk melintasi perlintasan ini.
Kawasan ini cukup padat dilintasi kendaraan karena juga menjadi jalur alternatif lebih dekat antara dari Jalan Pemuda ke Jalan Soleh Iskandar tanpa memutar jauh.
Di dekat perlintasan rel ini terpantau juga terdapat persimpangan Jalan Kebon Pedes ke Jalan Kebon Pedes 1 yang juga menambah keramaian kendaraan.
Sehingga antrean kendaraan kerap jadi pemandangan sehari-hari di kawasan ini.
Kecelakaan juga sudah berkali-jali terjadi, seperti adanya kendaraan yang tertabrak KRL hingga warga terserempet KRL.
Seperti diantaranya angkot tertabrak pada 30 Agustus 2022, mobil tertabrak, lansia terserempet pada 6 Februari 2026 dan kejadian-kejadian lainnya yang bahkan memakan korban jiwa.
Rencana Bangun Underpass
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan bahwa pihaknya berencana akan membuat underpass untuk mengatasi permasalahan kerawanan hingga kemacetan di perlintasan kereta Kebon Pedes tersebut.
Sehingga nanti pengendara yang melintas akan melalui terowongan di bawah jalur rel.
"Kita juga punya keinginan untuk mewujudkan mimpi masyarakat tidak lagi macet di Kebon Pedes," kata Dedie Rachim baru-baru ini.
"Apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot ?, kita sudah bikin DED (detail engineering design), underpass, ini sudah ada," katanya.
Sebelum tahap pembangunan, kata Dedie, saat ini pihaknya masih memikirkan soal pembebasan lahan terlebih dahulu.
Dia pun berharap agar jangan ada oknum-oknum yang ingin memanfaatkan proyek underpass Kebon Pedes ini.
"Tinggal kewajiban kota bogor adalah pembebasan lahan. Nah ini kan ada unsur camat dan lurah, gimana caranya pemetaannya bener. Jangan kerja sama sama biong, mentang-mentang tahu ini mau dibebasin kerja sama sama biong, jangan," ujarnya.
"Ini harus kita siapkan, meskipun uangnya tidak mudah, insya Allah beberapa alternatif kita siapkan juga supaya urusan Kebon Pedes ini bisa selesai," ungkap Dedie Rachim.