Luwu Siaga Satu Campak
Abdul Azis Alimuddin April 14, 2026 01:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Luwu, kini status siaga satu penyebaran virus campak.

Kondisinya mengkhawatirkan setelah muncul lonjakan kasus dalam waktu singkat.

Kemenkes menetapkan status KLB di Bumi Sawerigading.

Ini menyusul ditemukannya puluhan kasus, termasuk yang berujung kematian.

Data Dinas Kesehatan Luwu mencatat, sejak Maret 2026 hingga saat ini terdapat 90 kasus campak yang tersebar di sejumlah wilayah.

Dari jumlah tersebut, dua anak dilaporkan meninggal akibat komplikasi campak.

Kadinkes Luwu, dr Rosnawary, mengonfirmasi status KLB tersebut.

Ia menyatakan penetapan itu merujuk pada surat edaran Kemenkes dan Dinkes Sulsel.

“Benar, kami sudah menerima edaran tersebut sejak Maret. Luwu kategori KLB campak,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Sebaran kasus terbanyak kini terkonsentrasi di wilayah utara Luwu.

Baca juga: Dinkes Palopo Catat 73 Kasus Campak, Tersebar Merata di 9 Kecamatan

Dua kecamatan menjadi perhatian utama.

Yakni Kecamatan Walenrang dan Walenrang Barat, yang ditetapkan sebagai zona merah penyebaran.

“Total ada 90 kasus campak di Luwu, dua di antaranya meninggal. Peningkatan terbanyak terjadi di Desa Lewandi dan Desa Lamasi,” jelas Rosnawary.

Merespons kondisi darurat ini, Dinkes Luwu menginstruksikan seluruh UPTD Puskesmas untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Langkah cepat dilakukan melalui Outbreak Response Immunization (ORI), atau imunisasi darurat campak.

Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan, sebagai upaya memutus rantai penularan secepat mungkin.

“Imunisasi darurat ini kami fokuskan pada anak-anak. Targetnya jelas, menekan penyebaran,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal.

Deteksi dini diperkuat hingga tingkat desa, terutama untuk anak yang mengalami demam disertai bintik merah di kulit.

Gejala Virus Campak

Kasus campak meningkat lagi.

Membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala dan cara penanganannya.

Penyakit ini memiliki ciri khas yang umumnya mudah dikenali sejak awal.

Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi.

Kondisi ini kemudian disertai batuk, pilek, serta mata merah.

Dalam beberapa hari, akan muncul bintik-bintik merah di kulit.

Ruam ini umumnya dimulai dari wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Pada sebagian kasus, juga ditemukan bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik.

Penanganan campak pada umumnya dilakukan melalui perawatan di rumah, terutama untuk meringankan gejala.

Pasien dianjurkan untuk banyak beristirahat agar tubuh dapat melawan infeksi secara optimal.

Asupan cairan juga harus diperhatikan.

Minum air putih, sup, atau larutan rehidrasi diperlukan untuk mencegah dehidrasi, terutama jika disertai diare atau muntah.

Selain itu, konsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Obat penurun demam atau nyeri juga dapat diberikan sesuai anjuran dokter.

Kebersihan tubuh, terutama area mata dan kulit, perlu dijaga karena gejala campak sering disertai ruam dan iritasi mata.

Dalam kondisi tertentu, pasien juga memerlukan perawatan tambahan.

Salah satunya dengan pemberian vitamin A yang biasanya direkomendasikan tenaga medis.

Jika gejala batuk atau pilek semakin berat, pengobatan lanjutan dapat diberikan sesuai resep dokter.

Upaya pencegahan penularan juga menjadi hal penting.

Penderita disarankan menghindari kontak dekat dengan orang lain, terutama bayi dan ibu hamil.

Penggunaan masker serta menjaga jarak juga dianjurkan untuk mengurangi risiko penyebaran.

Selain itu, tidak berbagi alat makan atau minum menjadi langkah sederhana yang efektif.

Masyarakat juga diminta segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya.

Di antaranya demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, kejang, anak tampak sangat lemas, tidak mau minum, atau mengalami diare dan muntah terus-menerus.

Untuk pencegahan jangka panjang, imunisasi menjadi langkah paling efektif.

Kelengkapan vaksin MR atau MMR sangat penting untuk melindungi anak dari risiko terkena campak di kemudian hari.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.