Siswa SMP Gresik Kena Peluru Nyasar: Ibu Korban Wadul ke DPRD Jatim
Cak Sur April 14, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kasus dugaan peluru nyasar yang menimpa seorang siswa SMP di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), beberapa waktu lalu kini resmi bergulir ke meja wakil rakyat di DPRD Jatim.

Dewi Muniarti, orang tua korban berinisial DFH, mendatangi Gedung Indrapura untuk mengadukan nasib anaknya kepada komisi terkait, Selasa (14/4/2026).

Kedatangan Dewi diterima langsung oleh jajaran pimpinan Komisi A dan Komisi C DPRD Jatim, guna membahas kelanjutan penanganan medis serta dampak trauma yang dialami putranya.

Detail Pertemuan di Gedung Indrapura

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Musyawarah tersebut, sejumlah pejabat legislatif turut hadir mendengarkan aspirasi orang tua korban.

  • Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa.
  • Anggota Komisi A, Sumardi.
  • Ketua Komisi C, Adam Rusydi.
  • Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni.

Pertemuan ini juga mendapat pengawalan dari sejumlah mahasiswa persatuan BEM, yang menaruh atensi pada keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

"Besar harapan saya, ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik," ungkap Dewi kepada awak media usai sesi audiensi selesai.

Kronologi dan Kondisi Korban

Peristiwa memilukan ini bermula pada akhir tahun 2025, saat DFH sedang berada di musala SMPN 33 Gresik untuk menjalankan ibadah.

Tiba-tiba, sebuah peluru mengenai tangan kiri siswa kelas III SMP tersebut, yang diduga berasal dari aktivitas latihan tembak di area sekitar.

Hingga saat ini, kondisi fisik DFH dilaporkan belum pulih sepenuhnya, di mana tangan kirinya masih mengalami keterbatasan fungsi gerak.

"Saat ini anak saya sudah beraktivitas, kendati tangannya belum bisa menggenggam secara normal. Faktor trauma juga butuh atensi serius," jelas Dewi.

Penolakan Tali Asih dan Tuntutan Evaluasi Lapangan Tembak

Selain fokus pada pengobatan, Dewi mendesak DPRD Jatim untuk memfasilitasi evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan lapangan tembak di dekat pemukiman dan sekolah.

Ia menekankan, bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman yang bebas dari ancaman keselamatan fisik bagi para siswa.

Dewi juga mengklarifikasi perihal pengembalian uang santunan atau tali asih yang sempat diterimanya pada Februari lalu, karena fokus utamanya bukan pada nominal materi.

Respons DPRD Jawa Timur

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa, menyatakan keprihatinan mendalam dan berkomitmen untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait.

Pihaknya meyakini, institusi TNI akan bersikap profesional dalam menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas melalui komunikasi yang persuasif.

"Kami akan membantu secara mediasi dan komunikasi, agar persoalan ini mendapatkan solusi terbaik bagi seluruh pihak," tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Perkara Peluru Nyasar di Sekolah

Berdasarkan data yang dihimpun, jarak antara SMPN 33 Gresik dengan fasilitas latihan tembak milik militer diperkirakan mencapai 2,3 kilometer.

Pihak Korps Marinir sebelumnya telah menyampaikan empati, dan melakukan penyelidikan internal untuk memastikan asal-usul proyektil peluru tersebut.

Mayor Ahmad Fauzi dari Menbanpur 2 Mar, menyatakan bahwa penyelidikan teknis masih terus berjalan guna memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan.

“Walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir, masih perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujar Mayor Ahmad Fauzi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.