IKUTI Instruksi Pelatih, Putu Ekayana Cetak Brace Debut di Timnas U-17, Utamakan Permainan Kolektif
Anak Agung Seri Kusniarti April 15, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM – Kapten Timnas U-17 Indonesia, Putu Ekayana, menegaskan bahwa dua gol yang dilesakkannya ke gawang Timor Leste bukanlah sebuah kebetulan. 

Pemain asal Bali ini mengungkapkan bahwa keberhasilannya mencetak brace dalam laga debut internasionalnya adalah buah dari kedisiplinan menjalankan skema taktis yang telah dirancang oleh tim pelatih.

Dalam laga pembuka Grup A ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Senin 13 April 2026 malam, Putu Ekayana tampil sebagai bintang utama.

Turun sebagai bek tengah sekaligus pemimpin di lapangan, ia berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-6 dan menggandakan keunggulan pada menit ke-17. 

Dua gol lainnya dari Ridho dan Dava Yunna melengkapi kemenangan telak 4-0 untuk Garuda Muda. Usai pertandingan, Putu Ekayana membongkar rahasia di balik ketajamannya di depan gawang lawan meski berposisi sebagai pemain bertahan. 

Baca juga: TIMNAS Indonesia Turun Satu Peringkat, Kalah Dari Bulgaria, Skuad Garuda Tempati Ranking ke-122 FIFA

Baca juga: MAURO: Ini Adalah Mimpi, Striker Muda Timnas Indonesia Bangga Cetak Gol Debut 

Ia menyebut gerakan-gerakan yang ia lakukan saat situasi bola mati merupakan instruksi spesifik.

"Untuk dua gol yang saya cetak, itu tidak saya rencanakan secara khusus secara individu. Itu terjadi secara alami di dalam pertandingan," ujar Putu Ekayana. 

"Meskipun memang ada skema dari pelatih, terutama dalam situasi bola mati. Saya hanya mencoba berada di posisi yang tepat sesuai instruksi," imbuhnya. 

Keberhasilan ini semakin mempertegas kualitas Putu sebagai bek modern yang berbahaya dalam membantu serangan. 

Karier sepak bolanya sendiri dimulai dari tanah kelahirannya di Bali sebelum akhirnya ditempa secara profesional di akademi Bali United Youth. 

Memiliki postur menjulang setinggi 175 cm di usia yang masih sangat muda, pemain kelahiran 11 Januari 2009 ini dikenal memiliki pembacaan bola yang baik serta keunggulan dalam duel udara aset yang ia manfaatkan dengan sempurna untuk mengeksekusi strategi pelatih di lapangan.

Meski menjadi pahlawan kemenangan, Putu tetap menunjukkan sikap rendah hati dan lebih mengedepankan kepentingan kolektif tim. 

Ia memandang pencapaian pribadinya ini sebagai fondasi awal bagi perjalanan panjangnya bersama Timnas Indonesia.

"Ini adalah pertandingan internasional pertama saya, jadi tentu sangat berarti dan menjadi pengalaman luar biasa untuk memulai karier ke depan," kata dia. 

"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan ini, namun yang terpenting adalah tim meraih tiga poin pertama," ucapnya. 

Pertandingan ini sendiri berjalan dominan bagi Indonesia di babak pertama, namun sempat melambat di babak kedua setelah Timor Leste menumpuk pemain di lini tengah. 

Namun, kesigapan Putu di lini belakang memastikan gawang Indonesia tetap perawan hingga akhir laga. (ian) 

Untuk Keluarga Besar di Bali

Kapten Timnas U-17 Indonesia, Putu Ekayana menyampaikan pesan emosional terkait kemenangan dan gol debutnya bersama Skuad Garuda Muda. Menurutnya, dua gol yang dia lesakkan di laga kemarin, ia persembahkan untuk keluarga besarnya di Bali.

"Gol ini untuk keluarga saya karena kami sudah cukup lama tidak bertemu karena jadwal latihan dan turnamen. Secara khusus, kemenangan ini juga untuk mendiang kakek dan nenek saya yang sudah lama tiada," pungkas Putu.

Kini, fokus Putu Ekayana dan kolega langsung beralih ke laga krusial berikutnya. Indonesia dijadwalkan akan menghadapi rival bebuyutan, Malaysia, dalam laga yang akan menentukan langkah mereka menuju babak semifinal. (ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.