Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan halalbihalal yang diikuti ribuan peserta di Gedung Budi Sasono Sukoharjo, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri.
Acara tersebut dihadiri oleh aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI-Polri, perangkat desa, hingga perwakilan organisasi buruh dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para kapolsek dan danramil se-Sukoharjo, serta perwakilan dunia usaha.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ikrar halalbihalal oleh Sekretaris Daerah Sukoharjo, Abdul Haris Widodo.
Suasana penuh keakraban terlihat saat seluruh peserta melanjutkan dengan tradisi saling bersalaman bersama jajaran Forkopimda.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan halalbihalal merupakan tradisi yang tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kegiatan halalbihalal ini merupakan agenda rutin selepas momen Lebaran. Sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Pemkab Sukoharjo dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut, Bupati Etik menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik, salah satunya melalui pembangunan fasilitas umum.
Gedung Budi Sasono Sukoharjo yang menjadi lokasi acara disebutnya sebagai salah satu upaya Pemkab dalam menyediakan ruang publik representatif bagi masyarakat.
Gedung tersebut kini telah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari hajatan pernikahan, pertemuan, hingga pameran. Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang evaluasi terhadap fasilitas yang ada.
“Ada masukan dari penyewa terkait pendingin ruangan yang kurang dingin. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sukoharjo, Teguh Pramono, menyebut halalbihalal juga menjadi momen refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergitas antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kolaborasi yang kuat diyakini mampu mendorong keberhasilan program pembangunan, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Sukoharjo berharap semangat kebersamaan yang terjalin dapat terus terjaga, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)