Di Kamboja Ada Patung Pahlawan yang Unik, Seekor Tikus Raksasa
GH News April 15, 2026 07:08 AM
Phnom Penh -

Di Kamboja pahlawan bukan hanya manusia, tetapi tikus juga. Magawa, seekor tikus yang sangat berjasa bagi Kamboja sehingga dibuatkan patung sebagai pengingat jasanya.

Magawa adalah tikus raksasa asal Afrika dengan kemampuan penciuman tajam. Ia merupakan bagian dari tim tikus terlatih yang digunakan untuk mendeteksi ranjau darat dan bahan peledak, guna membuat wilayah terdampak konflik menjadi lebih aman.

Sejak mulai bertugas pada 2016, Magawa berhasil menemukan lebih dari 100 ranjau dan bahan peledak di area seluas 141.000 meter persegi. Atas kontribusinya, ia menerima medali emas dari lembaga amal hewan PDSA atas dedikasi yang menyelamatkan nyawa.

Melansir , Rabu (15/4/2026) penghargaan tersebut menjadi yang pertama kali diberikan kepada seekor tikus dalam sejarah lembaga tersebut.

Kamboja sendiri masih menghadapi ancaman ranjau darat sisa konflik berkepanjangan. Diperkirakan, jutaan ranjau masih tersebar dan dapat meledak jika terpicu tekanan, termasuk dari langkah manusia.

Dalam kondisi itu, peran Magawa dan timnya dinilai krusial. Dengan ukuran tubuh yang relatif ringan, tikus jenis ini tidak cukup berat untuk memicu ledakan, sehingga dianggap lebih aman sekaligus efisien dibandingkan manusia atau anjing pelacak dalam mendeteksi ranjau.

Patung tikus raksasa, Magawa, di Siem Reap, KambojaPatung tikus raksasa Magawa di Siem Reap, Kamboja. (Instagram/@herorats/Antony Holvoet)

Magawa meninggal dunia pada 2022 setelah lima tahun bertugas bersama organisasi APOPO. "Kami sangat berterima kasih atas kerja luar biasa yang telah ia lakukan," jelas pernyataan APOPO.

Mereka menambahkan kemampuan Magawa telah memungkinkan masyarakat di Kamboja untuk hidup, bekerja, dan bermain tanpa rasa takut. Patung Magawa dipahat dari batu lokal oleh seniman setempat dan diresmikan di Siem Reap pada 4 April lalu, bertepatan dengan Hari Internasional Kesadaran Ranjau.

Wakil Presiden Pertama Otoritas Aksi Ranjau dan Bantuan Korban Kamboja, Dr Ly Tuch, menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap jasa Magawa yang tak ternilai itu. Karena dari jasanya itulah masyarakat, termasuk anak-anak bisa bermain dengan tenang.

"Di hadapan kita berdiri Magawa-makhluk kecil yang telah mengubah tanah tempat kita berpijak, ia mengembalikan kehidupan di setiap area yang berhasil dibersihkan. Setiap ranjau yang ditemukan berarti anak-anak bisa berjalan dengan aman, petani bekerja dengan tenang, dan masyarakat membangun kembali kehidupan tanpa rasa takut," ucapnya dalam sebuah pidato.

"Patung ini bukan sekadar bentuk, tetapi juga pesan bahwa bahkan makhluk terkecil pun dapat meninggalkan dampak yang besar," lengkap Ly Tuch.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.