Kasus Gagal Ginjal 'Meledak' di Malaysia, Inikah Pemicunya?
GH News April 15, 2026 07:08 AM
Jakarta -

Malaysia melaporkan peningkatan kasus penyakit gagal ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) di seluruh negeri. Kondisi tersebut memberikan tekanan besar, baik pada sistem kesehatan publik maupun pasien yang harus menjalani perawatan panjang.

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi. Ia mengatakan peningkatan biaya tidak hanya membebani keuangan negara, tetapi juga berdampak serius terhadap kualitas hidup pasien.

Prediksi 'Ledakan' Kasus Gagal Ginjal di Malaysia

Berdasarkan data yang ada, prevalensi kasus CKD di Malaysia meningkat dari 9 persen pada 2011 menjadi 15,5 persen pada 2025. Dilaporkan setiap hari rata-rata ada sekitar 28 orang yang didiagnosis mengalami gagal ginjal.

Dikutip dari , banyak di antara pasien tersebut yang membutuhkan dialisis atau cuci darah segera untuk bisa bertahan hidup.

Saat ini, lebih dari lima juta orang hidup dengan penyakit ginjal kronis. Tetapi, hanya sebagian kecil yang menyadari kondisi tersebut.

Pejabat kesehatan setempat juga memperingatkan kemungkinan adanya 'ledakan' kasus gagal ginjal kronis. Jika tren ini terus berlanjut, lebih dari 106 ribu warga Malaysia diperkirakan akan membutuhkan dialisis pada 2040.

Penyakit Komplikasi yang Memberatkan Kondisi Pasien

Dr Dzulkefly Ahmad menekankan banyak kasus gagal ginjal kronis ini juga memiliki komplikasi penyakit. Salah satunya adalah penyakit diabetes.

Dengan kondisi seperti ini, pasien yang hanya mengandalkan dialisis saja tidak cukup karena tidak menyentuh akar penyebab penyakit.

Sebagai upaya pencegahan, pemerintah Malaysia telah mengambil langkah. Salah satunya adalah menaikkan pajak minuman berpemanis (sugar-sweetened beverages/SSB) menjadi 90 sen per liter sejak Januari 2025.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.