Ibu di Lamongan Saksikan Anaknya Terseret Arus Sungai, Berusaha Menyelamatkan namun Gagal
Samsul Arifin April 15, 2026 07:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Seorang anak laki-laki MZM (8) ditemukan  meninggal dunia setelah tercebur dan terseret arus deras di Kali Pasinan, Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026) sore.

Ibu korban sempat berusaha menceburkan diri mencari anaknya, namun tidak berhasil menemukannya.

Terungkap oleh sejumlah saksi, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat korban tengah bermain di depan rumahnya di wilayah Sawokecik RT 04 RW 02, Kelurahan Brondong. 

Saat kejadian, kondisi cuaca tengah diguyur hujan deras yang menyebabkan debit air Kali Pasinan meningkat dan meluap.

Baca juga: PSSI Lamongan Gelar Turnamen Sepak Bola Pelajar, Jaring Bibit Muda Potensial

Upaya Penyelamatan dan Pencarian

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, korban diduga terpeleset saat berada di sekitar aliran kali hingga akhirnya tercebur ke dalam arus yang deras. 

"Korban yang masih anak-anak itu tidak mampu menyelamatkan diri dan langsung terseret arus ke arah utara menuju muara laut, " katanya, Rabu (15/4/2026) pagi.

Ibu korban, Eno Palumita (28), yang mengetahui kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan dengan menceburkan diri ke sungai.

Namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil, sehingga korban terus terbawa aliran air.

Dalam kondisi panik, ibu korban kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar. 

Tak berselang lama, warga bersama aparat setempat segera melakukan upaya pencarian.

Baca juga: Balita Tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo Akhirnya Ditemukan Setelah 5 Hari Pencarian

Sekitar pukul 17.30 WIB, tim gabungan dari Satpolairud Polres Lamongan, Polsek Brondong, serta Basarnas turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran Kali Pasinan.

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih tiga jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 20.40 WIB di aliran sungai bagian utara, sekitar 200 meter dari titik awal korban terpeleset.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia. Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Hamzaid  menyebut, kejadian ini murni kecelakaan akibat kondisi lingkungan yang licin serta derasnya arus sungai saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai atau saluran air, terlebih ketika kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.