Renungan Katolik Rabu 15 April 2026, Betapa Besar Kasih Allah akan Dunia
Gordy Donovan April 15, 2026 08:37 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 15 April 2026.

Tema renungan katolik "betapa besar kasih Allah akan dunia".

Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan II Paskah.

Hari biasa pekan II Paskah dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Rabu: Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21 dan BcO Kis 6:1-15.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Rabu 15 April 2026, Masa Biasa Pekan II Paskah

Bacaan Pertama: Kis. 5:17-26

Mazmur Tanggapan:

Mzm 34:2    (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Mzm 34:3    (34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Mzm 34:4    (34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Mzm 34:5    (34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Mzm 34:6    (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Mzm 34:7    (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Mzm 34:8    (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Mzm 34:9    (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Injil Katolik: Injil Yohanes 3:16–21

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak.

Tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Betapa besar kasih Allah akan dunia"

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus. 

Dalam lanjutan diskusi dengan Nikodemus, Yesus menggarisbawahi, 
“Betapa besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah 
mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya 
kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Inilah inti 
warta gembira: Allah mengasihi manusia. Allah menghendaki manusia 
selamat dan memperoleh hidup yang kekal. Allah masuk dalam sejarah 
manusia lewat Yesus PuteraNya untuk menyelamatkan manusia yang 
telah jatuh dalam dosa. Yesus telah datang ke dunia untuk 
menyelamatkan manusia yang percaya kepadaNya. 

Allah tidak memaksa manusia menerima tawaran kasihNya. Keputusan 
sepenuhnya ada pada manusia sendiri, entah percaya atau menolaknya. 
Sayangnya orang sering menolak tawaran tersebut. Sepanjang sejarah 
Israel, Allah telah menunjukkan kasih itu, tetapi mereka berulang kali 
menolakNya. Penolakan itu terus-menerus terjadi. Rupanya manusia lebih 
merasa nyaman dengan pilihan hidupnya sendiri sehingga tidak mau 
membuka diri dan keluar dari kegelapan dosa. Keputusan dan pilihan 
inilah yang sebenarnya menghukum mereka sendiri dan bukan Allah. 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus. 

Kita cenderung membayangkan Allah sebagai tukang hukum. Hal ini 
nampak jelas dalam ungkapan-ungkapan seperti:”nanti Tuhan marah, 
nanti mendapat siksaan dari Tuhan. Kita juga cenderung berpikir bahwa 
Allah yang menurunkan malapetaka untuk menghukum dunia serta 
memberi penderitaan kepada manusia. Ketika ada banjir, tanah longsor, 
gempa bumi termasuk penderitaan yang kita alami ,kita simpulkan bahwa 
Allah telah menghukum kita. Mungkin karena kecenderungan  orang 
untuk melakukan kejahatan, maka dia juga berpikir bahwa Allah suka 
menghukum. Sebaliknya setiap orang yang berpikiran baik, cenderung 
berbuat kebajikan serta melakukannya bersama Allah. 

Injil hari ini menyadarkan kita bahwa Allah itu kasih. Ia sungguh 
mengasihi kita dan menghendaki kita semua selamat. Kita ditantang 
untuk percaya dan menerima tawaran itu. Kalau kita menerimanya maka 
kita harus siap hidup sesuai keputusan itu. Artinya kita harus siap keluar 
dari kegelapan dosa dan cara hidup sia-sia yang menggiring kita kepada 
kebinasaan. 

Kasih Allah tiada batasnya karena tujuan-Nya bukanlah untuk 
menghukum dunia, tetapi untuk menyelamatkannya melalui Yesus 
Kristus. Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, tetapi 
menerima hidup yang kekal. Kasih Allah tidak terbatas hanya untuk 
mereka yang baik atau sempurna, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini 
adalah undangan universal: "Siapa saja yang percaya kepada-Nya" (ay. 
18). Kasih Allah menembus setiap batas—batas status sosial, dosa, atau 
latar belakang. Siapa pun dapat merasakan kasih Allah dan memperoleh 
hidup yang kekal jika mereka datang kepada Yesus dengan iman. 

Doa: 

Syukur bagiMu ya Tuhan, karena Engkau adalah wujud kasih yang begitu 
besar bagiku. Aku berharap dan percaya kepadaMu. Aku tidak akan 
binasa melainkan beroleh hidup yang kekal untuk selama
lamanya....Amin. 

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Rabu Pekan II Paskah. Salam doa 
dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan 
Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber iman katolik.or.id/katolik.com/adiutam.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.