Satu Kandang Ayam di Rajadesa Ciamis Terbakar Tadi Malam, Kerugian Peternak Rp 400 Juta
ferri amiril April 15, 2026 11:35 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com Kabupaten Ciamis Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sebuah kandang ayam di Dusun Pasirjaya, Desa Andapraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, ludes dilalap api pada Selasa (14/4/2026) malam.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kandang, Iswan Juarno, sekitar pukul 22.50 WIB.

Saat itu, Iswan yang hendak beristirahat di lokasi kandang mendapati api sudah membesar di bagian blower dan dengan cepat merambat ke seluruh bangunan.

Karena khawatir api semakin meluas, ia langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Pos WMK Rancah.

Petugas menerima laporan pada pukul 22.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.05 WIB dengan waktu respons 15 menit.

Baca juga: Dikejar Warga di Ciamis, Terduga Pencuri Nyemplung ke Sumur, Dievakuasi Damkar 26 Menit

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan dugaan sementara kebakaran berasal dari bagian blower di kandang ayam.

“Berdasarkan laporan di lapangan, api pertama kali muncul dari blower, kemudian dengan cepat merambat hingga menghanguskan seluruh bangunan kandang,” ujar Budi Rahmat, Rabu (15/4/2026).

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

Objek yang terbakar merupakan kandang ayam dengan luas sekitar 45 x 55 meter, dan seluruh bangunan dilaporkan hangus terbakar.

“Luas bangunan yang terbakar kurang lebih 45 x 55 meter, dan semuanya habis terbakar. Taksiran kerugian mencapai sekitar Rp400 juta,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Selain petugas pemadam kebakaran, penanganan di lokasi juga melibatkan unsur perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak PLN, serta warga setempat.

Budi Rahmat juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik atau peralatan seperti blower.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik dan peralatan yang berpotensi menimbulkan panas, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas kembali ke Pos WMK Rancah sekitar pukul 01.20 WIB untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.