TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terungkap nasib tiga kapal yang berhasil memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada hari pertama blokade yang dilakukan Amerika Serikat (AS), berdasarkan data perkapalan dari LSEG dan Kpler.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital secara global.
Untuk diketahui, militer AS telah melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026).
Langkah tersebut dinilai sebagai eskalasi serius dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Operasi tersebut dilakukan untuk menekan Teheran, dengan mencoba mencekik perekonomian Iran agar mau menerima persyaratan dari AS untuk mengakhiri perang.
Strategi ini menargetkan sektor energi dan logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi Iran.
Namun, per Selasa (14/4/2026), sudah ada tiga kapal, termasuk dua kapal tanker yang dikenai sanksi Amerika Serikat, telah melewati Selat Hormuz.
Hal ini menunjukkan bahwa blokade tersebut tidak sepenuhnya mampu menghentikan lalu lintas maritim di kawasan itu.
Yang pertama adalah kapal Peace Gulf berbendera Panama yang sedang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab, menurut data LSEG.
Baca juga: Konflik Memanas! Iran Siapkan Langkah Keras Lawan Blokade AS di Selat Hormuz: Manfaatkan Perbatasan
Kapal ini melintasi rute baru antara Pulau Larak dan Hormuz di perairan teritorial Iran yang telah diizinkan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk dilalui oleh semua kapal.
Keputusan membuka jalur alternatif ini menjadi sinyal bahwa Iran berupaya menjaga arus perdagangan tetap berjalan.
Kapal ini biasanya mengangkut nafta Iran, bahan baku petrokimia, ke pelabuhan-pelabuhan non-Iran lainnya di Timur Tengah untuk diekspor ke Asia.
Kemudian dua lainnya adalah kapal tanker yang dikenai sanksi AS, yakni Handy Murlikishan dan Rich Starry.
Kapal tanker Handy Murlikishan sedang menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak, menurut data Kpler.
Sementara itu, kapal tanker lain yang dikenai sanksi, Rich Starry, akan menjadi yang pertama berhasil melewati selat dan keluar dari Teluk sejak blokade dimulai pada Senin, menurut data LSEG dan Kpler.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mulai menerapkan blokade lalu lintas maritim menuju dan dari pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026), sesuai instruksi Presiden AS Donald Trump.
Blokade tersebut akan berlaku untuk kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Baca juga: Negosiasi dengan Iran Buntu, AS Kini Memblokade Selat Hormuz, Tak Ada Kapal yang Berani Melintas
Merespons hal itu, angkatan bersenjata Iran menyebutnya sebagai tindakan ilegal yang sama dengan pembajakan.
Teheran telah memperingatkan bahwa mereka dapat membalas dengan menargetkan pelabuhan di negara-negara Teluk tetangga.
Sebelumnya, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran internasional setelah serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Washington dan Teheran telah mengeluarkan instruksi yang saling bertentangan kepada kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz.
Hal ini menambah kebingungan bagi perusahaan pelayaran global.
(Tribunnewsmaker.com/ Kompas.com)