TRIBUNSORONG.COM, JAKARTA - Perayaan HUT ke-59 PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung meriah di Bengkel Space SCBD, Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.
Acara yang dirangkai dengan Halalbihalal ini dihadiri jajaran manajemen PTFI, Direksi MIND ID, para mantan Presiden Direktur, hingga pimpinan media nasional termasuk CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.
Baca juga: Insiden Tambang Bawah Tanah, Tim Tanggap Darurat PT. Freeport Indonesia Temukan 1 Jenazah
Suasana semakin hangat dengan penampilan drama musikal dari karyawan PTFI kantor Jakarta serta tausyiah dari pendakwah muda, Habib Husein Jafar Al-Hadar.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memaparkan kontribusi besar perusahaan sepanjang tahun 2025 yang menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada negara melalui pajak, royalti, dan dividen.
Baca juga: Awalnya Kurang Kompeten, Alumni BPVP Sorong Ini Kini Bekerja Jadi Drafter di PT Freeport Indonesia
Tony juga menegaskan komitmen investasi sosial PTFI yang mencapai Rp2 triliun pada 2025.
“Jumlah ini direncanakan bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau Rp1,5 triliun per tahun hingga masa operasi berakhir,” katanya.
Meski beroperasi di berbagai wilayah seperti Tembagapura, Nabire, Gresik, hingga Jakarta dengan budaya yang beragam, Tony menekankan pentingnya satu identitas dan semangat kebersamaan.
Sebelumnya, peringatan HUT ke-59 juga digelar di Distrik Tembagapura, Mimika, yang diwarnai suasana duka untuk mengenang sembilan karyawan yang gugur dalam setahun terakhir.
Baca juga: Presdir PT Freeport Indonesia Bagi Tips Berkarier di Perusahaan Internasional ke Mahasiswa Unhas
Tujuh karyawan menjadi korban insiden material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025, sementara dua lainnya tewas dalam insiden penembakan pada awal 2026.
“Saat ini, operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan pasca-insiden dengan tingkat produksi sekitar 40–50 persen,” katanya.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Pecahkan Rekor Dunia: Bentangkan Bendera Terbesar di Puncak Grasberg
Perusahaan menargetkan produksi kembali normal (100 persen) pada akhir tahun ini dan mencapai kapasitas penuh di kuartal pertama tahun depan.
Dengan total lebih dari 30 ribu karyawan di mana 40 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP) PTFI berkomitmen mengedepankan standar keselamatan ketat dan keamanan ekstra.
“Target utamanya adalah mewujudkan produksi yang aman, terjaga, dan berkelanjutan (safe, secured, and sustainable production) demi manfaat maksimal bagi masyarakat dan negara,” ujarnya. (*)