Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA - Gempa bumi bermagnitudo sekitar 4,7 yang mengguncang Pulau Adonara, NTT menyebabkan 14 Desa pada dua kecamatan yakni Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur terdampak.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, menyabutkan dampak gempa menyebabkan 589 unit banganan dan fasilitas umum mengalami kerusakan yang tersebar di 14 Desa atau dua kecamatan itu.
Akibat kerusakan rumah ini, tercatat sebanyak 2.789 warga mengungsi di tenda-tenda darurat dan tenda yang dibangun BPBD Kabupaten Flores Timur.
Sementara itu, sebanyak 18 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan saat diguncang gempa.
Baca juga: PVMBG Ungkap Penyebab Gempa Susulan Sering Terjadi di Pulau Adonara NTT
Abdulah Atajudi, warga Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur mengaku terpaksa menempati tenda darurat karena kondisi rumah rusak dan tidak layak ditempati lagi. Ia berharap perhatian pemerintah untuk kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
"Kerusakan begini, tiang-tiang semua pisah, batu-batu semua runtuh habis, masyarakat minta pemerintah harus buka mata liat masyarakat, kami tinggal di samping rumah, pake tenda darurat, " Ujarnya Rabu 15 April 2026.
Saat ini warga membutuhkan bantuan mendesak seperti sembako, air bersih, perlengkapan mandi dan cucu, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kursi roda, kasur lipat dan pempers dewasa.
Sementara itu, Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi Wilayah Nusa Tenggara (NTT-NTB) PVMBG, Badan Geologi, Ghele Radja Arios menjelaskan gempa susulan yang terus terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Arios menjelaskan, gempa berulang terjadi akibat batuan di bawah permukaan yang masih mencari keseimbangan dan kedudukan yang pas sehingga terjadi gempa-gempa susulan.
"Gempa susulan itu mungkin karena gempa pertama itu sudah merubah dislokasi, pergeseran lempeng, sehingga yang lain menyesuaikan,"jelasnya Rabu 15 April 2026.
Arios mengatakan, saat gempa melepaskan energi terjadi patahan dan patahan tersebut tidak hilang.
Kata dia, Gempa-gempa susulan bisa mengganggu aktivitas vulkanik Gunung-gunuang api di wilayah Flores Timur dan Lembata.
"Kalau gempa terlalu sering, gunung api akan terganggu, "ujarnya.
Gempa bumi bermagnitudo sekitar 4,7 yang mengguncang Pulau Adonara, NTT menyebabkan 14 Desa pada dua kecamatan yakni Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur terdampak.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, menyabutkan dampak gempa menyebabkan 589 unit banganan dan fasilitas umum mengalami kerusakan yang tersebar di 14 Desa atau dua kecamatan itu.
Akibat kerusakan rumah ini, tercatat sebanyak 2.789 warga mengungsi di tenda-tenda darurat dan tenda yang dibangun BPBD Kabupaten Flores Timur.
Sementara itu, sebanyak 18 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan saat diguncang gempa.
Abdulah Atajudi, warga Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur mengaku terpaksa menempati tenda darurat karena kondisi rumah rusak dan tidak layak ditempati lagi. Ia berharap perhatian pemerintah untuk kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
"Kerusakan begini, tiang-tiang semua pisah, batu-batu semua runtuh habis, masyarakat minta pemerintah harus buka mata liat masyarakat, kami tinggal di samping rumah, pake tenda darurat, " Ujarnya Rabu 15 April 2026.
Saat ini warga membutuhkan bantuan mendesak seperti sembako, air bersih, perlengkapan mandi dan cucu, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kursi roda, kasur lipat dan pempers dewasa. (awk)