Beberapa wilayah RI berangsung memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kendati demikian, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, potensi hujan masih tampak di RI seminggu ke depan.
Hingga 20 April 2026, BMKG menyatakan perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat pada sejumlah daerah. Sedangkan mayoritas daerah diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat sampai 16 April 2026 dan hujan ringan-hujan sedang pada 17-20 April 2026.
Hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah daerah. BMKG menjelaskan, cuaca di Indonesia pada skala global masih dipengaruhi faktor global, regional, dan lokal. Simak daftar daerah dan penyebabnya di bawah ini.
Prediksi Cuaca hingga 16 April 2026
Hujan Sedang-Lebat
BMKG memprediksi peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat di:
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Banten
- Bali
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Papua Barat
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan.
Hujan Lebat-Sangat Lebat (Siaga)
- Aceh
- Sumatera Utara
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- DK Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Maluku Utara
- Papua Tengah.
Angin Kencang
- Papua Barat
- Papua.
Prediksi Cuaca 17-20 April 2026
Hujan Sedang-Lebat
Peningkatan hujan intensitas sedang-lebat diprediksi terjadi di:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Tengah
- Papua
- Papua Selatan.
Hujan Lebat-Sangat Lebat
- Jawa Barat
- Papua Pegunungan.
Faktor Penyebab Cuaca Sepekan ke Depan
Berikut sejumlah faktor global, regional, dan lokal cuaca RI hingga 20 April 2026:
1. Fenomena perubahan suhu muka laut El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral.
2. Monsun Australia menguat dan diperkirakan bertahan beberapa hari ke depan. Akibatnya, massa udara yang relatif kering dari Australia masuk ke Indonesia. Dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah RI juga menandakan beberapa wilayah RI beranjak dari musim hujan ke musim kemarau.
3. Potensi hujan masih muncul di wilayah-wilayah lain, sala satunya karena pola sirkulasi atmosfer tropis osilasi Madden-Julian (MJO) diprediksi melintasi sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
4. Gelombang atmosfer pemicu awan konvektif, gelombang Kelvin, juga diprediksi aktif di Pulau Sumatera bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Pulau Papua bagian utara hingga tengah.
5. Gelombang atmosfer pemicu awan hujan, gelombang Rossby Ekuatorial, diperkirakan aktif di pesisir selatan Jawa Barat, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
6. Gelombang atmosfer pemicu awan hujan dan cuaca ekstrem, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), juga diprediksi aktif di Laut Banda dan Laut Arafura sehingga dapat muncul daerah konvergensi dan konfluensi, mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
7. Labilitas lokal kuat mendukung proses konvektif, memicu awan dan hujan di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
BMKG mengimbau warga dan pemangku kepentingan untuk waspada pada potensi cuaca ekstrem yang dapat berpotensi pada terjadinya bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Warga juga diimbau waspada pada potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir. Untuk itu, hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Sementara itu, kondisi cuaca juga dapat berubah sewaktu-waktu. Pantau prakiraan cuaca dari laman resmi BMKG untuk merencanakan kegiatan, khususnya di luar ruangan, serta perjalanan darat, laut, dan udara. Tetap waspada, detikers!





