Untag Surabaya Genjot Riset Dosen, Dana Naik Tiga Kali Lipat
Titis Jati Permata April 15, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkuat komitmen peningkatan riset dan pengabdian masyarakat dengan menaikkan insentif hingga lebih dari tiga kali lipat pada 2026. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari akselerasi menuju kampus berkelas dunia.

Total Nilai Investasi Riset

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D, menyebut total investasi riset kini mencapai Rp 7,7 miliar dalam setahun atau meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan sebelumnya.

“Ini bentuk dorongan nyata agar dosen lebih aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hambatan-hambatan yang selama ini ada akan kita cari solusinya,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sekadar sosialisasi Surat Keputusan (SK) Rektor terbaru 2026, melainkan bagian dari strategi akselerasi dan keunggulan perguruan tinggi.

Faktor Penentu Akselerasi Kampus

Ia menjelaskan, akselerasi kampus ditentukan oleh kepemimpinan, implementasi nyata, kolaborasi, serta minimnya hambatan. 

Namun, faktor kunci lain yang harus dibangun adalah komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika.

“Kalau ingin cepat berkembang, komitmen itu harus menjadi pengali utama. Tanpa itu, akselerasi sulit tercapai,” tegasnya.

Target Masuk World Class University

Langkah ini juga diarahkan untuk meningkatkan posisi Untag Surabaya di tingkat global. 

Tahun ini, kampus menargetkan masuk dalam tahapan menuju World Class University (WCU), dengan fokus awal memperkuat posisi di tingkat Asia.

Dongkrak Produktivitas Dosen

Sementara itu, Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA, mengatakan peningkatan anggaran riset menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendongkrak produktivitas dosen.

“Dengan dana yang naik tiga kali lipat, maka konsekuensinya penelitian dan pengabdian juga harus meningkat seirama,” katanya.

Ia mengakui, minat dosen dalam penelitian masih menjadi tantangan, terutama bagi program studi dengan akreditasi yang belum unggul dan dosen yang relatif baru.

LPPM Siapkan Sejumlah Strategi

Untuk mengatasi hal tersebut, LPPM telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk klinik penulisan proposal hingga pendampingan pengajuan hibah.

“Kalau dosen ingin meningkatkan jabatan akademik, otomatis penelitian dan pengabdian juga harus meningkat. Itu yang terus kami dorong,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.