Dedi Mulyadi Kebut Jembatan Cirahong 2, Tasikmalaya Siapkan Lahan 14 Ribu Meter Persegi
Ravianto April 15, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Gubernur Jawa Barat merencanakan pembangunan jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis. 

Bahkan usai viral, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melakukan pertemuan dengan Bupati Ciamis Herdiat membahas rencana pembangunan jembatan Cirahong.

Selain itu, untuk lahan di wilayah Ciamis sudah dibebaskan.

Namun, lahan di Kabupaten Tasikmalaya belum ada kejelasan kapan akan dibebaskan.

Proyek infrastruktur jangka panjang ini ditargetkan dapat direalisasikan pada 2026 atau paling lambat 2027, sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua wilayah tersebut.

Untuk lokasi pembangunan Jembatan Cirahong 2 akan menghubungkan Kampung Sukakarya, Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya (Tasikmalaya) dengan Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran (Ciamis). 

Baca juga: Duduk Perkara Jembatan Cirahong: Video Viral Rp 1.000 yang Ubah Wajah Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Dian Cahyadinata mengatakan, pemerintah desa siap mendukung penuh rencana tersebut melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait.

"Pemerintah desa siap mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat dan berharap dukungan dari Bupati Ciamis serta Bupati Tasikmalaya agar pembangunan ini benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat," katanya pada Tribun Jabar.

Saat ini, tahapan awal telah dilakukan oleh pihak terkait, meliputi pemetaan wilayah, pengukuran luas lahan, serta pendataan tanaman dan bangunan yang terdampak pembangunan. 

jembatan cirahong motor 154
CIRAHONG - Pengendara motor tengah melintas di jembatan Cirahong yang sudah ditata oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Bahkan, ada rencana pembangunan jembatan untuk meningkatkan mobilitas di dua wilayah, Selasa (14/4/2026).

Proses pembebasan lahan sendiri direncanakan dimulai pada Juni hingga Juli 2026.

Untuk wilayah Tasikmalaya, kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 14.000 meter persegi dengan estimasi anggaran pembebasan sebesar Rp12 miliar. 

"Perhitungan harga akan mengacu pada tiga indikator, yakni harga pasar lokal, NJOP kabupaten, dan penilaian dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)," ucap Dian.

Dirinya menegaskan, rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2 sejatinya bukan hal baru. Tapi, telah muncul sejak masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat sebelumnya, yakni Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.

"Ini adalah cita-cita lama yang mudah-mudahan bisa terwujud sekarang. Kami optimistis di bawah kepemimpinan Gubernur saat ini, Bapak Dedi Mulyadi, rencana ini dapat direalisasikan," jelas Dian.

Dalam konteks pengembangan kawasan, Dian menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan. 

Ia berharap Gubernur Jawa Barat dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin Bupati Cecep Nurul Yakin agar penataan Cirahong berjalan optimal.

Dian menyinggung perlunya perhatian terhadap wilayah timur Tasikmalaya agar tidak tertinggal dibandingkan kawasan lain. 

"Jangan sampai perhatian hanya terfokus di wilayah Selatan saja. Kami di wilayah timur juga bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian yang sama," kata Dian.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.