Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dinas Perhubungan (Dishub) mulai membereskan trayek angkutan kota (angkot) kabupaten yang masuk ke Kota Bogor.
Salah satu trayek yang dibereskan yakni trayek 05A Terminal Merdeka-Ciomas.
Angkot kini dibatasi agar tidak masuk ke Jembatan Merah yang dimana tidak sesuai dengan trayeknya.
Dishub sudah memasang plang agar sopir belok kiri dari Terminal Merdeka menuju Jalan Raya Semeru, kemudian masuk ke Jembatan TB M Falak dan masuk ke Ciomas.
Kepala Bidang Angkutan Kota pada Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, selama ini 05A mencari penumpang tidak sesuai trayeknya.
Sopir malah masuk ke kawasan Jembatan Merah.
Alhasil, kemacetan di tengah Kota Bogor langsung terjadi.
“Jadi, dia dari Terminal Merdeka langsung belok kanan. Masuk ke Jalan Perintis Kemerdekaan, terus masuk ke Jembatan Merah. Nambah kemacetan,” kata Dody kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (15/4/2026).
Angkot ini pun menjadi biang permasalahan yang kerap terjadi.
“Coba aja sesuai aturan. Izin trayek dari Provinsinya itu tidak melintasi Jembatan Merah,” ujarnya.
Sopir dipaksa untuk belok kiri dari Terminal Merdeka menuju Jalan Raya Semeru.
“Kami belokan ke kiri sesuai dengan trayeknya. Sopir belok kiri lewat Jalan Raya Semeru,” ujarnya.
Dishub akan melakukan penindakan berupa tilang jika sopir masih terus membandel.
“Kita lakukan tilang. Sopir harus taat aturan,” tegasnya.
Sementara itu, plang sudah dipasang Dishub Kota Bogor di Jalan Perintis Kemerdekaan dekat dengan Pasar Mawar.
Plang ditahan menggunakan water barier dan disimpan di tengah-tengah jalan.
Plang ini bertuliskan penunjuk arah agar sopir 05A berbelok ke arah kiri menuju Semeru.