TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kelompok paduan suara dari Mountain View High School California berkunjung ke SDN 1 Kesiman, Denpasar pada Selasa 14 April.
Kurang lebih jumlah kelompok paduan suara yang datang berjumlah 60 orang lengkap dengan orangtua serta guru Mountain View High School California.
Partner Kelompok Paduan Suara, Ngurah Termana mengatakan memilih SDN 1 Kesiman untuk acara ini sebab SDN 1 Kesiman cukup banyak memiliki talenta dibidang kesenian dan merupakan salah satu sekolah yang memiliki sejarah panjang.
"Saya pikir sekolah ini pas banget untuk misi pertukaran kebudayaan, pembelajaran kolaboratif bersama siswa lain baik dalam dan luar negeri karena guru-gurunya dan sekolahnya terbuka pada perubahan," jelas, Termana.
Baca juga: HIDUP Lagi Setelah 7 Tahun Vakum, Festival Kecamatan di Buleleng Jadi Motor UMKM dan Budaya
Lebih lanjutnya, Termana mengatakan selama di Indonesia, kelompok paduan suara ini belajar dan berkolaborasi dengan seniman musik seperti Nosstres, Made Mawut serta kelompok disabilitas Cahaya Mutiara. Selain itu juga berkolaborasi seniman dari luar Bali ada Jogja seniman Ari Wulu dan Sanggar Osa Kaka (Sumba).
"Mereka banyak melakukan kolaborasi melalui seni untuk menyuarakan bahwa sebenarnya semua orang memiliki suara yang patut didengar dan patut disuarakan juga semua suara setara," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, kelompok paduan suara ini juga berkesempatan mengajari anak-anak mengolah vokal paduan suara, bertukar kesenian, berinteraksi di kelas dengan games, dan menyumbangkan buku-buku ke Perpustakaan Sekolah.
Baca juga: Parade Budaya HUT Kota Singaraja Bali, Warga Rela Kehujanan, Angkat Kisah Ki Barak Panji Sakti
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Kesiman, Ni Made Sudiani menyambut positif acara ini dengan juga menghadirkan beberapa persembahan dari siswa-siswi mereka seperti Gender yang dibawakan oleh siswa kelas 5 dan 6 SD, lalu Pantomim yang dibawakan oleh siswa kelas 2 dan 3 SD, dan taris baris yang dibawakan oleh siswa kelas 5 SD.
"Kegiatan hari ini bermula dari salah satu orangtua siswa yang menginisiasi agar anak-anak dapat mengenal kegiatan dari luar salah satunya paduan suara ini. Kita fleksibel saja kegiatannya, siswa yang ikut dari kelas 1 hingga 6 SD berjumlah 358 anak," ujar, Sudiani.
Ke depannya, Sudiani mengatakan semoga acara serupa dapat digelar kembali sebab melihat anak-anak antusias berinteraksi walaupun belum fasih berbahasa Inggris. Sekolah juga tidak menutup diri dari acara edukatif seperti ini sebab acara ini dapat memberikan pengalaman terbaik pada siswa.
Salah satu orangtua kelompok paduan suara Jennie Blake dan Vinita Alwyn mengungkapkan mereka baru pertama kali ke Indonesia dan kagum melihat antusias siswa-siswi SDN 1 Kesiman pada acara paduan suara ini.
"Ini sangat menakjubkan. Anak-anak sangat menikmati waktu bersama anak-anak lain dan menikmati satu sama lain dan menyadari bahwa kita semua sama dan sangat menikmati waktu bersama."
"Sangat indah untuk berada disini. Ini kali pertama saya ke sini tapi saya ingin kembalidan membawa seluruh keluarga saya karena tempat ini sangat hangat," kata, Jennie.
Serupa dengan Jennie, Vinita juga mengatakan bahwa ini kali pertama ia datang ke Indonesia khususnya Bali.
"Mereka belajar berinteraksi dengan orang dari tempat yang berbeda dan kemudian belajar seberapa banyak yang kita punya bersama," pungkas, Vinita. (*)