Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Polres Rejang Lebong mengungkap chat terakhir Fahri Muhazam (16), siswa SMK yang tewas tak wajar di kamarnya di Desa Air Bening, Bermani Ulu Raya, Rejang Lebong, Bengkulu, pada Selasa (14/4/2026).
Fahri merupakan seorang pelajar SMK yang merupakan warga setempat.
Korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronal Pasaribu, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri di dalam kamar rumahnya.
"Benar, ada dugaan pelajar meninggal dunia akibat gantung diri," sampai Kapolsek saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Selasa malam.
Baca juga: Kondisi TKP Pelajar 16 Tahun Tewas Tak Wajar di Air Bening Rejang Lebong, Terdapat Jeratan
Chat Terakhir
Iptu Ronal Pasaribu mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Untuk motif masih dalam pendalaman,”sampai Kapolsek saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Rabu (15/4/2026).
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengirimkan sebuah foto melalui pesan singkat WhatsApp kepada temannya.
Foto tersebut diduga berkaitan dengan alat yang digunakan dalam peristiwa tersebut di dalam rumah korban.
Selain itu, beredar informasi bahwa korban diduga memiliki persoalan pribadi, termasuk terkait hubungan asmara dan masalah keluarga.
Namun, hal ini masih belum dapat dipastikan dan masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
"Terkait motifnya, masih kita dalami, termasuk informasi-informasi tersebut,"lanjut Kapolsek.
Dikenal Baik dan Supel
Sementara itu, Kepala Desa Air Bening, Nusa Jayaputra, menyampaikan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang baik di lingkungan masyarakat.
“Semasa hidup, dia anak baik, bergaulnya supel dan bagus,”ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa terkait persoalan pribadi korban, pihak desa tidak mengetahui secara pasti.
“Kalau masalah atau apapun itu, kami tidak tahu,” tambahnya.
Korban diketahui berasal dari keluarga petani, dengan kedua orang tuanya sehari-hari bekerja di kebun.
Sehingga saat kejadian, korban hanya tinggal sendirian di rumahnya.
Sudah Dimakamkan
Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Rabu (15/4/2026) pagi di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
Peristiwa ini membuat warga sekitar terkejut, karena selama ini korban dikenal sebagai sosok yang ceria dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan.
"Kaget pas awalnya dapat kabar, karena dia ini ceria juga orangnya, bahkan ada beberapa tetangganya yang bertemu hari itu dan melihat korban ini masih ceria dan baik-baik saja,"pungkasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dari kematian tersebut.
Disclaimer
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini