BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Suasana jalanan di Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, terasa hening pada Rabu (15/4/2026) siang.
Keheningan desa ini seolah beriringan dengan kondisi jaringan internet dan telpon yang lambat.
Bahkan, di sejumlah titik masih terdapat blank spot. Tanpa sambungan internet sama sekali.
Kondisi tersebut turut dirasakan Bangkapos.com saat berada di lokasi.
Selama satu jam berada di desa, layanan telepon dan pesan melalui WhatsApp tidak dapat digunakan di sejumlah titik.
Pesan yang dikirim hanya menunjukkan tanda loading berputar. Sementara panggilan telepon gagal tersambung dengan notifikasi agar memastikan perangkat memiliki koneksi internet.
Padahal di lokasi desa, terdapat banyak fasilitas publik, dari sekolah, kantor desa, hingga Puskesdes yang memerlukan jaringan.
Masalah ini ternyata telah lama dirasakan masyarakat setempat.
Bahkan, sebagian warga terpaksa berpindah ke desa atau kelurahan lain hanya untuk mendapatkan sinyal.
Sekdes Desa Simpang Yul, Sarip, mengatakan, kondisi buruknya sinyal di Desa Simpang Yul, telah bertahun-tahun terjadi.
Akibat persoalan itu, pihak desa selalu tertinggal informasi dan lambat memberikan pelayanan ke warga melalui aplikasi di desa.
"Semenjak awal 2017 itu bagus sinyal. Parahnya dimulai tiga tahun kebelakang dari 2024, 2025 dan sekarang 2026 nambah full lelet. Kami dari desa ada aplikasi seperti Srikandi itu agak lama menunggunya. Karena pakai loading, sampai 32 menit dan apabila mati lampu terpaksa kami tunda, kecuali yang manual dan ada kadesnya," kata Sarip kepada Bangkapos.com, Rabu (15/4/2026) di tempat kerjanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan lemahnya sinyal dari tower sejak awal. Warga pun kerap mengeluhkan masalah jaringan tersebut.
Pihak pemerintah desa berharap kondisi ini dapat segera diperbaiki agar setara dengan desa lain. Mengingat saat ini sudah memasuki era digitalisasi.
"Penyebabnya dari tower, tower yang ada sangat lemah sekali. Warga banyak mengeluh tentang sinyal ini, kami selaku pemerintah desa seperti apa baiknya, ingin seperti desa lainnya, zaman sudah tren dengan digitalisasi," katanya.
Akibat lemahnya sinyal, kata Sarip, berdampak luas ke sejumlah pelayanan di organisasi, lembaga dan intansi yang ada di Desa Simpang Yul, menjadi lambat memberikan pelayanan.
"Selain sekolah, kita di instasi pemerintah, dan warga juga bermain media sosial, informasi terkenda sinyal kami agak telat. Kami di desa ingin input data, harus ke Kelurahan Kelapa, lebih dekat dari Desa Simpang Yul, kalau ke Tempilang jauh," keluhnya
Sarip menambahkan, berbagai upaya telah mereka lakukan, untuk dapat memperbaiki jaringan sinyal yang ada di desa mereka. Satu di antaranya mengadu ke wakil rakyat di DPRD Bangka Barat.
"Upaya kita, sudah rapat dengan DPRD Babar, respon baik sekali, menunggu perkembangan selanjutnya tindak lanjut kemarin. Kami ini menunggu, hasil dari rapat itu," tutupnya.
Sementara itu, Camat Tempilang, Rusian, mengatakan, di wilayah Kecamatan Tempilang masih terdapat sejumlah titik di desa-desa yang mengalami sinyal lemah.
"Hal ini terlihat dari penggunaan handphone untuk telepon maupun media sosial yang masih tidak stabil, bahkan di beberapa lokasi terdapat blank spot," kata Rusian.
Ia mencontohkan, di kawasan wisata Pantai Pasir Kuning sinyal masih lemah. Begitu juga di Desa Simpang Yul, di mana beberapa dusun belum terjangkau sinyal.
Kondisi serupa juga ditemukan di arah Desa Penyampak hingga Tanjung Nyiur, yang masih memiliki sejumlah titik tanpa jaringan.
Menurutnya, kebutuhan akan sinyal yang kuat saat ini sangat penting, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk berbagai keperluan. Lemahnya jaringan tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas digital masyarakat, sehingga diharapkan ada upaya untuk memperkuat sinyal di wilayah tersebut.
"Kita saat ini sangat menginginkan sinyal yang jelas, baik dari anak kecil hingga dewasa, menggunakan sinyal untuk berbagai kepentingan. Jadi apabila sinyal susah sangat mengganggu aktivitas digital, harapan bisa diperkuat sinyalnya dari penyedia tower," kata Rusian
Ia menambahkan, beberapa waktu lalu, pimpinan daerah telah memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas penguatan sinyal di Kecamatan Tempilang. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati bersama dinas komunikasi serta stakeholder lainnya.
Dalam pertemuan itu dibahas rencana penambahan tower maupun relay dari tower penguat lain. Upaya ini diharapkan mampu menjangkau wilayah hingga beberapa kilometer, termasuk ke seluruh pelosok dusun.
"Mudah-mudahan semuanya bersinergi memperkuat sinyal itu, para penyedia juga bisa memahami, dan melalui penguatan oleh pemerintah," tutupnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Barat, Indra Cahaya, mengatakan dirinya telah melakukan rapat bersama DPRD dan Pemdes Simpang Yul, membahas terkait susah sinyal.
Dalam pertemuan itu turut diundang pihak provider, namun tak datang. Untuk menjelaskan persoalan susah sinyal.
"Intinya harus mengundang orang provider di Simpang Yul. Cuman ada di Pangkalpinang, dijadwalkan rapat kembali nanti," kata Indra.
Terkait persoalan blank spot, Indra menyebutkan hal tersebut perlu dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi yang terhubung dalam grup komunikasi nasional. Termasuk tindak lanjut yang juga dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai salah satu upaya penanganan wilayah blank spot," katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)