Cintanya Kandas, TKW Robohkan Rumah yang Dibangun dari Hasil Kerja di Hong Kong
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 15, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Tenaga Kerja Wanita ( TKW) asal Ngawi nekat merobohkan rumah yang dibangun dari hasil kerja di Hong Kong.

Aksi merobohkan rumah yang dilakukan TKW berinisial RA (32) tersebut lantaran kecewa cintanya yang sudah dibina selama 8 tahun kandas.

Padahal rumah tersebut dibangun rencananya untuk tinggal bersama setelah menikah nanti.

Sayangnya setelah RA kembali dari Hong Kong, justru malah sering ribut dengan calon suaminya berinisial PY (46).

Akhirnya keduanya sepakat untuk membongkar rumah yang dibangun dengan dana mencapai ratusan juta.

TKW berinisial RA menghancurkan rumahnya di Ngawi, Jawa Timur, karena batal menikah, Minggu (12/4/2026). 

RA merupakan TKW yang bekerja di Hong Kong yang sempat pacaran dengan kekasih, PY (46). 

Peristiwa penghancuran rumah itu jadi tontonan warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Bahkan, peristiwa itu direkam warga hingga viral di media sosial. Perempuan itu menyewa alat berat untuk merobohkan rumah yang dibangun dari gajinya sebagai TKW di Hong Kong.

Kapolsek Pitu AKP Basuki Rakhmad menyatakan aksi pembongkaran rumah milik TKW itu terjadi pada Minggu (12/4/2026).

"Rumahnya dirobohkan kemarin. Tapi video aksinya baru viral sehari kemudian di media sosial," kata Basuki, Senin (13/4/2026), seperti yang dilansir TribunJatim.com dari Kompas.com.

Ia mengatakan, rumah permanen yang dirobohkan senilai Rp 150 juta. Pembongkaran dilakukan setelah adanya kesepakatan antara RA (32), TKW asal Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, dengan calon suaminya, PY (46), warga Desa Dumplengan.

Tampak dalam video yang beredar, sebuah ekskavator meratakan bangunan rumah. Sementara warga sekitar hanya menyaksikan dari kejauhan.

Basuki menuturkan, saat dibongkar, rumah tersebut sudah dalam kondisi kosong. Sejumlah barang di dalam rumah, termasuk daun pintu dan perabotan, telah lebih dulu dikeluarkan.

Menurut Basuki, sebelum dirobohkan sudah ada kesepakatan yang dicapai dalam mediasi yang difasilitasi perangkat desa setempat pada Selasa (7/4/2026) malam.

"Keduanya sepakat rumah dibongkar karena hubungan asmara mereka kandas. Perempuan itu datang meminta bantuan pengamanan pembongkaran rumah karena rumah yang dibangun perempuan itu di atas tanah milik laki-laki," ujar Basuki.

Informasi yang dihimpun, seluruh biaya pembangunan rumah tersebut ditanggung RA dari hasilnya bekerja di Hong Kong. Sebelum menjalin hubungan, keduanya saling mengenal melalui media sosial.

Kendati belum pernah bertemu langsung, dua sejoli sudah berpacaran selama delapan tahun dan berencana menikah tahun ini. Hanya saja, setelah RA pulang ke kampung halaman, keduanya acap kali bertengkar.

Upaya mediasi sudah dilakukan pemerintah desa, namun tidak berhasil. (*)

Senilai Rp 150 juta

Ia mengatakan, rumah permanen yang dirobohkan senilai Rp 150 juta.

Pembongkaran dilakukan setelah adanya kesepakatan antara RA (32) TKW asal Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, dengan calon suaminya, PY (46), warga Desa Dumplengan.

Tampak dalam video yang beredar, sebuah ekskavator meratakan bangunan rumah.

Sementara warga sekitar hanya menyaksikan dari kejauhan.

Basuki menuturkan, saat dibongkar, rumah tersebut sudah dalam kondisi kosong. 

Sejumlah barang di dalam rumah, termasuk daun pintu dan perabotan, telah lebih dulu dikeluarkan.

Menurut Basuki, sebelum dirobohkan sudah ada kesepakatan yang dicapai dalam mediasi yang difasilitasi perangkat desa setempat pada Selasa (7/4/2026) malam.

"Keduanya sepakat rumah dibongkar karena hubungan asmara mereka kandas. Perempuan itu datang meminta bantuan pengamanan pembongkaran rumah karena rumah yang dibangun perempuan itu di atas tanah milik laki-laki," ujar Basuki.

Gaji bak tak ada arti

Informasi yang dihimpun, seluruh biaya pembangunan rumah tersebut ditanggung RA dari hasilnya bekerja di Hongkong. 

Sebelum menjalin hubungan, keduanya saling mengenal melalui media sosial.

Kendati belum pernah bertemu langsung, dua sejoli sudah berpacaran selama delapan tahun dan berencana menikah tahun ini.

Hanya saja, setelah RA pulang ke kampung halaman, keduanya acapkali bertengkar. 

Upaya mediasi sudah dilakukan pemerintah desa namun tidak berhasil.

Akhirnya, berakhirnya hubungan tersebut membuat rumah yang telah dibangun demi pernikahan akhirnya dibongkar dan dirobohkan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.