TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN – Pelaksana proyek rehabilitasi Jembatan Karanganyar di Jalan Nasional III Kebumen memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melintasi jembatan darurat.
Langkah tegas ini diambil menyusul adanya risiko fatal terhadap jalur pipa Pertamina yang tertanam tepat di bawah struktur jembatan sementara tersebut.
Jembatan darurat yang berada di sisi selatan Jembatan Karanganyar ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi tanpa muatan, ambulans, sepeda motor, dan pejalan kaki.
Namun, di lapangan, petugas masih menemukan kendaraan bermuatan berat yang nekat melintas meski lebar jembatan hanya 2,1 meter.
Pelaksana Pekerjaan dari PT Karya Adhi Kencana, Dwiyono, menegaskan bahwa pembatasan muatan bukan sekadar masalah kapasitas jembatan, melainkan perlindungan terhadap obyek vital nasional.
"Yang mengkhawatirkan itu karena di bawahnya ada jalur pipa Pertamina. Jika kendaraan muatan melintas, dikhawatirkan terjadi penurunan tanah yang akan membebani pipa tersebut. Itu yang sangat kita jaga," ujar Dwiyono saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Heroik! Polisi Batang Selamatkan Wanita yang Nyaris Tertabrak Kereta Usai Cekcok dengan Pacar
Dijadwalkan Sebulan Rampung
Proyek rehabilitasi jembatan utama penghubung antar-kecamatan dan kabupaten tetangga ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan sejak dimulai pada Jumat (10/4/2026).
Selama pengerjaan, arus lalu lintas dari arah Kebumen menuju Gombong maupun sebaliknya dialihkan sepenuhnya ke jembatan darurat dan jalur alternatif.
Selain memperketat jembatan sementara, pihak pelaksana juga mulai menangani kerusakan di jalur alternatif Selokerto-Buayan-Jladri. Penutupan jembatan utama mengakibatkan lonjakan volume kendaraan yang signifikan di jalur tersebut hingga menyebabkan beberapa titik jalan ambles.
"Kami sudah melakukan pengurukan di beberapa titik jalur alternatif yang ambles akibat peningkatan volume kendaraan," tambah Dwiyono.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mematuhi aturan muatan demi keamanan bersama. Kendaraan berat atau truk bermuatan diharapkan tetap menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan guna menghindari tekanan berlebih pada area sensitif pipa Pertamina di lokasi jembatan darurat.(Ais)
Baca juga: Tak Hanya dengan Rusia, Banyumas juga Jajaki Investasi dengan Selangor Terkait Pengolahan Sampah