Paus Leo XIV Singgung Soal Perang dan Kesombongan di Tengah Hubungan Panas dengan Trump
Desy Selviany April 15, 2026 03:30 PM

TRIBUNDEPOK-Di tengah hubungan yang memanas dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV menyinggung soal orang sombong. 

Paus Leo XIV di platform X resmi miliknya menyinggung soal perang dan kekerasan. Pemimpin umat Katolik sedunia itu menyebut bahwa hati Tuhan tercabik-cabik oleh perang, kekerasan, ketidakadilan, dan kebohongan. 

Pun hati Tuhan tidak bersama dengan orang-orang jahat, sombong, dan angkuh. 

“Tetapi hati Bapa kita tidak bersama orang-orang jahat, yang sombong, atau yang angkuh,”jelasnya. 

Tuhan kata Paus Leo XIV menyertai orang yang kecil dan rendah hati serta membangun Kerajaan Tuhan yang penuh kasih dan damai. 

“Hati Allah bersama dengan yang kecil dan yang rendah hati, dan bersama mereka Ia membangun Kerajaan-Nya yang penuh kasih dan damai sehari-hari. Di mana pun ada kasih dan pelayanan, di situlah Allah berada,” pesannya.

Diketahui hubungan Paus Leo XIV dan Presiden AS Donald Trump memanas. Hal itu karena Trump kesal Paus Leo XIV tidak mendukung AS dalam memerangi Iran. 

Trump bahkan menyebut dirinya tidak suka dengan suksesor Paus Fransiskus tersebut.

Trump selain mengatakan tak menyukai sang pemimpin Katolik, juga menilai Paus Leo XIV tidak melakukan pekerjaanya dengan baik.

Hal ini lantaran Paus Leo XIV tidak mengecam pengembangan nuklir Iran.

“Kami tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir,” kata Trump.

Baca juga: Ketua Parlemen Iran Salut dengan Keberanian Paus Leo XIV yang Menantang Trump

Paus Leo pun menanggapi pernyataan Trump dengan pendekatan injil. Menurutnya pesan injil jelas bahwa injil menghendaki perdamaian.

“Menyamakan pesan saya dengan apa yang telah diupayakan presiden di sini, menurut saya, berarti tidak memahami pesan Injil,” kata Paus Leo XIV, Senin (13/4/2026).

“Dan saya menyesal mendengarnya, tetapi saya akan terus melanjutkan apa yang saya yakini sebagai misi gereja di dunia saat ini,” katanya di pesawat saat akan melakukan kunjungan ke Aljazair.

Paus Leo XIV menegaskan ia tak menunjuk langsung terhadap Trump atau orang lainnya dalam pendekatannya terhadap perdamaian.

Menurutnya khayalan kekuasaan lah yang telah memicu perang Iran dan konflik lainnya di seluruh dunia.

“Saya tidak akan terlibat dalam perdebatan. Hal-hal yang saya katakan tentu saja tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap siapa pun,” ujarnya.

“Pesan injil sangat jelas, ‘Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian’. Saya tak ragu menyampaikan injil dan mengajak semua orang mencari cara membangun jembatan perdamaian dan rekonsiliasi, serta mencari cara menghindari perang kapanpun memungkinkan,” tambah Paus Leo XIV.

Bahkan di penutup pernyataannya, Paus Leo XIV memastikan dirinya tidak akan pernah takut dengan pemerintahan Trump dalam menyampaikan pesan injil. 

“Saya tak akan pernah takut pada pemerintahan Trump,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.