Sesumbar Juara Berubah Jadi Rendah Hati, Malaysia Disebut Lee Zii Jia Hanya Kuda Hitam di Thomas Cup 2026
Wahid Fahrur Annas April 15, 2026 03:33 PM

ARUN SANKAR/AFP
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, bereaksi setelah merebut perunggu Olimpiade Paris 2024 di Porte de la Chapelle Arena, Senin (5/8/2024).

BOLASPORT.COM - Ambisi besar yang digaungkan tim bulu tangkis Malaysia menuju Thomas Cup 2026 coba diredam dengan pendekatan rendah hati oleh salah satu andalan.

Malaysia ingin kembali membawa trofi juara Thomas Cup yang terakhir kali diraih pada 1992, alias 34 tahun yang lalu.

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) mempersiapkan turnamen beregu dua tahunan itu dengan matang.

Tim bulu tangkis putra dan putri Malaysia berangkat ke Denmark sejak 10 hari sebelum bergulirnya turnamen pada 24 April sampai 3 Mei 2026 itu.

Presiden BAM, Zafrul Abdul Aziz, optimistis Malaysia mampu membawa pulang gelar dengan memberikan kepercayaan penuh kepada staff kepelatihan.

"Saya optimistis," ucap Zafrul, dilansir dari New Straits Times pada 12 Februari lalu.

"Kami memiliki pemain, kami memiliki pelatih, dan kepemimpinan di BAM untuk mewujudkannya."

Hal senada juga diungkapkan legenda tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, selaku Ketua Komite Kinerja Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

"Dari tahun 1992 hingga sekarang, sudah lama sekali. Membawa kembali Piala Thomas adalah impian setiap warga Malaysia," kata Lee pada 17 Februari.

Namun, penampilan dan hasil yang didapat wakil Malaysia dalam ajang-ajang menuju Thomas Cup masih jauh dari ekspektasi.

Hasil terbaik 'hanya' berupa runner-up oleh ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di All England Open 2026.

Terakhir, pasukan Negeri Jiran bahkan gagal total untuk membawa pulang satu pun medali dari Kejuaraan Asia 2026.

Tunggal putra menjadi sorotan ketika dua pemain yang diplot masuk ke dalam skuad Thomas Cup sama-sama tersingkir di babak pertama.

Leong Jun Hao dikalahkan Jonatan Christie dengan skor 13-21, 8-21. Justin Hoh ditumbangkan Alwi Farhan dengan skor 19-21, 21-14, 18-21.

Memang, Malaysia masih memiliki Lee Zii Jia selaku 'penggendong' prestasi tunggal putra negaranya dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, cedera berkepanjangan membuat Lee absen lama hingga peringkat dia menurun drastis.

Berhubung sekarang Lee Zii Jia menjadi tunggal putra ketiga negaranya, diperlukan penyesuaian dalam taktik untuk dapat menempatkannya pada partai krusial.

Malaysia tentu tidak dapat hanya mengandalkan keunggulan mereka di ganda putra apabila ingin melangkah sejauh mungkin.

Lee Zii Jia sendiri memilih menyongsong Thomas Cup dengan tidak melihat timnya sebagai favorit juara pada Thomas Cup 2026.

"Malaysia adalah 'kuda hitam'," kata Lee Zii Jia, dikutip BolaSport.com dari Berita Harian, Rabu (15/4/2026).

"Peluang ada di sana, tetapi saya tidak ingin menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi untuk diri saya sendiri."

"Saya hanya ingin melakukan tugas saya sebaik mungkin," katanya.

Menurutnya, setiap pemain memiliki peranan penting untuk memberikan kontribusi lebih.

"Jika kami terpilih dalam daftar susunan pemain, itu berarti kami memiliki peran. Siapa pun yang bermain, semua orang akan berjuang keras," kata Lee.

Lee sendiri merasa dirinya berkembang setelah sesi latihan di 'pelatnasnya' Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia. Dia telah memilih keluar untuk berkarier secara mandiri sejak 2022.

"Latihan di sini sangat bagus. Standar latih tandingnya lebih tinggi dan saya telah banyak mendapatkan manfaat sepanjang minggu ini," katanya.

Lee Zii Jia juga menekankan bahwa kebugaran adalah prioritas utama baginya saat ini, terutama setelah menghadapi beberapa masalah cedera sebelumnya.

"Hal terpenting bagi saya saat ini adalah bebas cedera. Itu yang utama," katanya.

Malaysia akan memulai perjuangan dengan melawan Inggris, lalu Finlandia, dan terakhir melawan menghadapi Jepang pada babak penyisihan di Grup B Thomas Cup 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.