TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Suasana semarak mewarnai pembukaan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) Tahun 2026 di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.
Kegiatan resmi dibuka oleh Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum antar provinsi tersebut.
Berlokasi di Kantor Gubernur Kaltara, Jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) agenda ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi secara virtual. Selain itu turut hadir Deputi Neraca dan analisis Statistik BPS RI, Kepala BI Perwakilan Kaltara, Sulsel serta jajaran Forkopimda Kaltara.
Sebelum prosesi pembukaan, para tamu undangan disuguhkan pertunjukan seni tari khas Suku Dayak yang dibawakan oleh sejumlah penari dari sanggar tari tiga tawai.
Baca juga: Tahun 2026 PDRB di Kabupaten Tana Tidung Naik, BPS Catat Sektor Perdagangan Tumbuh Positif
Gerakan yang gemulai dan balutan busana tradisional yang kental dengan nuansa etnik berhasil mencuri perhatian peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia Timur.
Dalam sambutannya, Zainal A Paliwang menyampaikan rasa bangga dan kehormatan karena Kalimantan Utara dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Konreg PDRB Kasulampua 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan seluruh masyarakat Bumi Benuanta, saya mengucapkan selamat datang di Tanjung Selor kepada seluruh peserta,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah Kasulampua memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun di sisi lain, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemerataan pembangunan dan pemenuhan layanan dasar masyarakat.
“Potensi besar ini harus kita kelola bersama melalui perumusan kebijakan yang tepat, agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baik di tingkat regional maupun nasional,” jelasnya.
Baca juga: Karya Kreatif Benuanta 2025 Bantu UMKM Promosi Produk Unggulan, Sebut PDRB Ikut Berdampak
Zainal Paliwang juga menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum memperkuat sinergi antar daerah dalam meningkatkan kualitas data dan analisis PDRB.
Ia menyebut, PDRB tidak hanya menjadi indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga fondasi penting dalam perencanaan pembangunan, evaluasi kebijakan, hingga pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, ia menyoroti posisi strategis Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia. Kondisi ini menjadikan Kaltara memiliki nilai geopolitik dan geoekonomi yang penting, termasuk dalam jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III.
“Melalui forum ini, kita harapkan dapat memperkuat keseragaman metodologi, meningkatkan kualitas data, serta mendorong pemanfaatannya dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap Konreg PDRB Kasulampua 2026 mampu melahirkan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, termasuk melalui pengembangan sektor unggulan seperti pertambangan, pertanian, dan hilirisasi industri.
"Kita bersyukur PDRB Kaltara di tahun 2024 hingga 2025 berkembang dengan baik sekali, ini didukung oleh UMKM di Kaltara," sebutnya
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu