Survei Netanyahu Anjlok Usai Perang Iran, Hanya 10 Persen Warga Israel Merasa Menang
Desy Selviany April 15, 2026 05:14 PM

TRIBUNDEPOK-Popularitas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu anjlok imbas kegagalan Israel dalam perang Iran. 

Setelah gencatan senjata, Netanyahu terus melakukan kampanye kemenangan Israel atas Iran. 

Bahkan Netanyahu menyebut bahwa kemenangan Israel kali ini merupakan puncak sejarah Israel. 

Namun nampaknya kebohongan Netanyahu kali ini sudah diabaikan oleh warga Israel. 

Nyatanya dari survei yang dilakukan oleh Agam Labs dari Universitas Ibrani pada 11 April menemukan bahwa hanya 10 persen warga Israel yang menganggap perang tersebut berhasil.

Bahkan perang dengan Iran tersebut membuat hasil survei untuk popularitas Netanyahu anjlok.

Survey Netanyahu turun dari 40 persen pada awal perang menjadi 34 persen saat gencatan senjata berlaku seperti dimuat Reuters.

Bahkan lebih dari separuh responden menilai kepemimpinan Netanyahu buruk atau sangat buruk.

Tingkat popularitas Netanyahu ini menurun jelang pemilihan legislatif yang akan diadakan pada akhir Oktober.

Sehingga risiko Netanyahu tidak terpilih lagi sebagai PM Israel semakin tinggi.

Selain itu sejumlah pemimpin oposisi Israel kencang mengkritik klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait keberhasilan perang melawan Iran, dengan menyebut pemerintah gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Paus Leo XIV Singgung Soal Perang dan Kesombongan di Tengah Hubungan Panas dengan Trump

Pemimpin Partai Demokrat Israel Yair Golan mengatakan klaim kemenangan yang berulang justru menunjukkan tekanan yang dihadapi Netanyahu.

“Jika Anda benar-benar menang, Anda tidak perlu terus-menerus menyatakan kemenangan setiap beberapa hari,” tulis Golan di platform X. “Netanyahu berada di bawah tekanan karena ia tahu tujuan perang tidak tercapai.”

Pemimpin oposisi Yair Lapid juga menyampaikan kritik serupa, dengan menilai Netanyahu berusaha mengklaim keberhasilan militer untuk menutupi kegagalan pemerintahannya.

“Netanyahu kembali mengambil kredit atas pencapaian militer agar kita melupakan kegagalannya secara total,” kata Lapid seperti dikutip media Israel.

Ia menegaskan bahwa Netanyahu tidak berhasil mencapai satu pun tujuan perang yang telah ditetapkannya sendiri.

Lapid juga menyatakan bahwa masyarakat Israel menghargai kinerja aparat keamanan, namun mengharapkan kepemimpinan yang mampu memenangkan perang secara efektif.

“Kami menantikan kepemimpinan yang mampu memenangkan perang dan tidak menyalahgunakan sumber daya publik saat warga berada di tempat perlindungan,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.