Isi Surat Imam Iran ke Paus Leo XIV yang Berani Melawan Donald Trump
Desy Selviany April 15, 2026 05:35 PM

TRIBUNDEPOK-Salah satu imam dari 12 imam Iran mengirim surat ke Paus Leo XIV sebagai bentuk penghormatan atas perlawanan berani pemimpin umat Katolik itu. 

Grand Ayatollah Nouri Hamedani telah menulis surat kepada Paus Leo XIV untuk memuji pemimpin Vatikan itu.

Imam Iran itu memuji sikap berani pemimpin umat Katolik sedunia tersebut atas melawan dominasi Presiden AS Donald Trump.

Dalam surat yang ditulis pada hari Senin (13/4/2026), ulama senior Iran yang berbasis di Qom tersebut menggambarkan sikap Paus sebagai salah satu yang paling diperlukan di waktu yang tepat.

"Tidak diragukan lagi bahwa sikap berani Anda melawan arogansi Amerika dan Zionisme yang korup adalah salah satu posisi yang paling diperlukan, posisi yang akan mengabadikan nama dan perilaku Anda di tingkat global," tulis Ayatollah Nouri Hamedani seperti dimuat Press Tv.

Hamedani meyakini bahwa di setiap sejarah selalu ada cendikiawan agama yang murni membela kemanusiaan dan hak asasi manusia sekalipun mengorbankan diri sendiri.

"Sikap ini menunjukkan bahwa sepanjang sejarah, selalu ada cendekiawan yang berwawasan luas tentang agama-agama ilahi murni yang membela kemanusiaan dan hak asasi manusia, bahkan dengan pengorbanan besar bagi diri mereka sendiri," demikian isi surat tersebut.

Ayatollah Nouri Hamedani selanjutnya menyampaikan rasa terima kasih atas nama lembaga keagamaan Republik Islam atas "sikap yang tepat" Paus sebagai pemimpin umat Katolik dunia yang dihormati.

Ulama senior itu menyatakan harapan akan terbentuknya koalisi global para pengikut agama-agama ilahi berdasarkan ajaran para nabi sehingga bisa menciptakan keadilan yang universal di muka bumi.

Diketahui hubungan Paus Leo XIV dan Presiden AS Donald Trump memanas. Hal itu karena Trump kesal Paus Leo XIV tidak mendukung AS dalam memerangi Iran. 

Trump bahkan menyebut dirinya tidak suka dengan suksesor Paus Fransiskus tersebut.

Trump selain mengatakan tak menyukai sang pemimpin Katolik, juga menilai Paus Leo XIV tidak melakukan pekerjaanya dengan baik.

Hal ini lantaran Paus Leo XIV tidak mengecam pengembangan nuklir Iran.

“Kami tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir,” kata Trump.

Paus Leo pun menanggapi pernyataan Trump dengan pendekatan injil. Menurutnya pesan injil jelas bahwa injil menghendaki perdamaian.

Baca juga: Wapres AS Minta Paus Leo XIV Tidak Ikut Campur Kebijakan Donald Trump

“Menyamakan pesan saya dengan apa yang telah diupayakan presiden di sini, menurut saya, berarti tidak memahami pesan Injil,” kata Paus Leo XIV, Senin (13/4/2026).

“Dan saya menyesal mendengarnya, tetapi saya akan terus melanjutkan apa yang saya yakini sebagai misi gereja di dunia saat ini,” katanya di pesawat saat akan melakukan kunjungan ke Aljazair.

Paus Leo XIV menegaskan ia tak menunjuk langsung terhadap Trump atau orang lainnya dalam pendekatannya terhadap perdamaian.

Menurutnya khayalan kekuasaan lah yang telah memicu perang Iran dan konflik lainnya di seluruh dunia.

“Saya tidak akan terlibat dalam perdebatan. Hal-hal yang saya katakan tentu saja tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap siapa pun,” ujarnya.

“Pesan injil sangat jelas, ‘Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian’. Saya tak ragu menyampaikan injil dan mengajak semua orang mencari cara membangun jembatan perdamaian dan rekonsiliasi, serta mencari cara menghindari perang kapanpun memungkinkan,” tambah Paus Leo XIV.

Bahkan di penutup pernyataannya, Paus Leo XIV memastikan dirinya tidak akan pernah takut dengan pemerintahan Trump dalam menyampaikan pesan injil. 

“Saya tak akan pernah takut pada pemerintahan Trump,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.