TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman diminta segera bangkit usai menelan kekalahan tipis 0-1 dari Barito Putera pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026.
Direktur Teknik PSS, Pieter Huistra, menegaskan timnya tidak boleh terlalu lama meratapi hasil tersebut. Ia menyebut kondisi mental pemain memang sempat menurun, namun tidak signifikan.
“Secara mental sedikit menurun, tapi tidak terlalu banyak karena kami tidak punya waktu untuk terpuruk. Kami harus bangkit untuk pertandingan berikutnya,” ujar Huistra, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, Super Elja masih memiliki tiga pertandingan penting yang akan sangat menentukan posisi akhir di klasemen. Karena itu, seluruh elemen tim diminta segera mengalihkan fokus.
“Masih ada tiga pertandingan besar ke depan, jadi seluruh tim dan klub harus siap,” tegasnya.
Huistra juga mengevaluasi kekalahan dari Barito Putera. Ia menilai lawan tampil disiplin, terutama dalam bertahan, sehingga sulit ditembus.
“Barito adalah tim yang sangat kuat dalam bertahan dan jarang kebobolan. Kami sebenarnya juga kuat dalam bertahan, tapi kami membuat satu kesalahan dan mereka memanfaatkannya. Itu tidak perlu terjadi,” jelasnya.
Meski gagal meraih poin, PSS Sleman masih bertengger di puncak klasemen sementara. Situasi ini dinilai tetap menjadi keuntungan dibanding pesaing lainnya.
Huistra pun mengakui laga tandang melawan Barito memang sudah diprediksi berjalan sulit. Namun, ia menilai timnya setidaknya pantas membawa pulang satu poin.
“Kami tahu ini akan jadi pertandingan sulit. Bermain tandang melawan Barito selalu berat. Tapi melihat jalannya pertandingan, kami setidaknya pantas mendapat satu poin. Namun itu tidak terjadi,” ungkapnya.
Kini, PSS Sleman dituntut tampil maksimal di tiga laga sisa dengan target sapu bersih kemenangan demi menjaga peluang finis di posisi teratas.