Curhat Ilmiatini ke Tetangga Sebelum Dibunuh Mantan Suami, Pusing Suka Dimintai Uang Terus
Wawan Perdana April 19, 2026 04:59 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL-Kasus tewasnya Ilmiatini, warga Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (16/4/2026) lalu, telah terungkap.

Ibu anak tiga itu ternyata dibunuh oleh mantan suaminya sendiri berisinial THA.

Sang mantan suami ditangkap polisi di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB. 

Di balik peristiwa itu, tersimpan jejak konflik dan tekanan ekonomi yang diduga berlangsung lama antara korban dan mantan suaminya.

Korban yang berusia 50 tahun, dikenal sebagai ibu rumah tangga yang hidup sederhana dan cenderung tertutup. 

Namun, di balik sikap pendiam itu, ia menyimpan berbagai persoalan hidup yang hanya sesekali diceritakan kepada orang terdekat.

“Almarhum itu orangnya pendiam, nggak banyak bergaul,” ujar Nunun, tetangga korban, saat ditemui di Pakualam, Serpong Utara, Jumat (17/4/2026).

Meski jarang berinteraksi luas, korban disebut cukup terbuka ketika berbincang secara personal. 

Nunun mengungkapkan, korban kerap menceritakan persoalan rumah tangganya jika sudah merasa nyaman.

"Kalau lagi ngobrol, dia bisa cerita banyak. Cuma memang nggak suka keluar atau kumpul-kumpul,” katanya.

Menurut Nunun, kehidupan korban tidak lepas dari riwayat hidupnya yang rumit. Ia diketahui telah beberapa kali menikah, dengan dinamika hubungan yang tidak selalu berjalan baik.

“Suami pertamanya meninggal, terus nikah lagi. Tapi yang terakhir ini sering ribut,” ungkap Nunun.

Konflik dalam hubungan terakhir itu disebut bukan hanya soal emosi, tetapi juga berkaitan erat dengan masalah ekonomi. 

Nunun menyebut, korban kerap mengeluhkan tekanan finansial yang datang dari mantan suaminya.

“Dia sering bilang pusing sama suami yang ini. Katanya suka minta uang terus,” ujar Nunun.

Bahkan, menurutnya, permintaan uang itu tidak disertai tanggung jawab dari pihak mantan suami. Hal ini menambah beban bagi korban yang harus menghidupi anak-anaknya.

“Dia cerita, buat hal kecil aja susah, tapi dimintain terus. Nggak pernah dikasih balik,” katanya.

Tekanan ekonomi itu juga terlihat dari kondisi tempat tinggal korban. 

Ilmiatini sempat mengalami kesulitan membayar kontrakan dan harus menunggak selama beberapa bulan sebelum akhirnya melunasi secara bertahap sebesar Rp1,7 juta per bulan.

“Memang pernah nunggak, tapi dia bayar pelan-pelan. Dia usaha,” tutur Nunun.

Di sisi lain, keberadaan mantan suami korban disebut tidak menentu. 

Ia jarang datang, namun tetap muncul sewaktu-waktu, terutama ketika berkaitan dengan urusan uang.

“Jarang datang sih, tapi kalau datang ya minta duit,” kata Nunun.

Baca juga: Tampang Pria Bunuh Mantan Istri di Serpong Utara Tangsel, Polisi : Pelaku Mengaku Sakit Hati 

Menurut pengakuan korban kepada Nunun, permasalahan finansial menjadi sumber tekanan emosional yang berulang. 

Meski hubungan mereka telah berakhir, keterikatan secara ekonomi dan personal tampaknya masih berlangsung.

“Dia suka curhat, bilang capek, pusing. Tapi ya dijalanin aja,” ujarnya.

Menariknya, konflik tersebut tidak pernah tampak secara terbuka di lingkungan. 

Tidak ada pertengkaran besar yang terdengar warga, termasuk pada malam sebelum kejadian.

“Nggak ada suara ribut, nggak kedengeran apa-apa malam itu,” kata Nunun.

Kebohongan Pelaku Tutupi Perbuatan

Seorang wanita berinisial IL, sempat berteriak minta tolong sebelum ditemukan tewas di rumahnya, Wilayah Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (16/4/2026) dini hari.

Seorang saksi mata yang merupakan tetangga korban yang mendengar suara teriakan dari dalam kamar, segera mendekat untuk menanyakan apa yang terjadi.

“Saksi mendengar korban meminta tolong dari dalam kamar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Sabtu (18/4/2026).

Pelaku berinsiial THA, yang juga mantan istri korban saat itu berusaha menutupi perbuatannya dengan menenangkan saksi.

Pelaku menegaskan bahwa situasi di dalam kamar baik-baik saja.

"Dengan mengatakan bahwa kondisi korban tidak apa-apa," imbuh Budi. 

Setelah meyakinkan saksi, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. 

Beberapa saat kemudian, korban yang berusia 49 tahun ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar.

Tidak berselang lama, polisi menangkap pelaku yang merupakan mantan suami siri korban yang berinisial THA (41 tahun). 

Pelaku ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga melakukan pembunuhan karena sakit hati terhadap korban. Namun, motif tersebut masih didalami. 

"Pelaku sakit hati terhadap korban, tapi masih dilakukan pemeriksaan intensif terkait motif tindak pidana tersebut," kata  Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra. 

Dalam aksinya, pelaku melakukan kekerasan hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.